PTK Siapkan Cadangan Air Bersih bagi Warga Kotabaru Hadapi Kemarau dan Ancaman Karhutla

KOTABARU, GK – Ancaman kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) selama musim kemarau menjadi perhatian PT Pelsart Tambang Kencana (PTK). Perusahaan tersebut mengambil langkah antisipasi dengan menyalurkan puluhan tandon air bersih untuk membantu memenuhi kebutuhan warga sekaligus menyediakan cadangan air di lingkungan permukiman.

Dalam wawancaranya, Manager Corporate Social Responsibility (CSR) PT PTK, Septamto L. Inkiriwang didampingi Superintendent CSR PTK, Budi Susanto menyampaikan bahwa penyaluran tandon bukan sekadar bantuan sesaat, melainkan bentuk kesiapsiagaan perusahaan menghadapi musim kemarau panjang dan ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang membayangi warga Kotabaru.

“Kegiatan ini kami lakukan dengan satu tujuan yang jelas, memastikan warga tetap memiliki akses air bersih dan memiliki cadangan air siaga di lingkungan pemukiman,” ujar Septamto.

Menurutnya, saat musim kemarau, sumur warga mulai mengering dan risiko Karhutla meningkat tajam. Karena itu, tandon air menjadi solusi yang paling dibutuhkan warga saat ini.

“Di musim kemarau seperti ini, air adalah kehidupan. Tandon ini kami salurkan agar warga tidak lagi kesulitan mendapatkan air, sekaligus punya cadangan air yang bisa langsung digunakan jika terjadi kebakaran lahan di sekitar pemukiman,” jelasnya.

Septamto menambahkan, informasi mengenai kondisi warga tersebut didapat PTK dari rekan-rekan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kotabaru yang melihat langsung situasi di lapangan. Dari informasi itulah, manajemen PTK langsung bergerak cepat.

“Kami tidak ingin hadir setelah warga menderita. Kami ingin hadir sebelum bencana terjadi. Itulah komitmen kami, menjadi perusahaan yang paling responsif terhadap kebutuhan warga,” tegasnya.

Lebih jauh, Septamto menjelaskan kegiatan ini merupakan bagian dari program CSR PTK yang mencakup 8 pilar, mulai dari pendidikan, kesehatan, kemandirian ekonomi, lingkungan, hingga infrastruktur. Semua program diarahkan untuk memberi dampak jangka panjang bagi masyarakat.

Ia juga berharap tandon yang telah disalurkan dapat dirawat bersama oleh warga dan tokoh masyarakat seperti Ketua RT, agar manfaatnya bertahan lama.

“Harapan kami, bantuan ini dijaga bersama untuk kepentingan warga, bukan untuk individu tertentu. Jika ada masalah di lapangan, mari kita diskusikan baik-baik. Kepercayaan masyarakat adalah yang paling utama bagi kami,” pungkas Septamto L. Inkiriwang.

Yandi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *