BATULICIN, GK – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tanah Bumbu menggelar Rapat Paripurna dalam rangka Penandatanganan Nota Kesepakatan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2026, Selasa (5/8/2025).
Rapat berlangsung penuh khidmat dan semangat kolaboratif, dipimpin oleh Wakil Ketua I DPRD Tanah Bumbu, H. Hasanuddin. Turut hadir Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda), Yulian Herawati, yang mewakili Bupati Tanah Bumbu, H. Andi Rudi Latif, A.Md.T., SH., MM.
Hadir pula jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), instansi vertikal, pimpinan Bank Kalsel Cabang Batulicin, serta sejumlah perwakilan dari perusahaan daerah.
Dalam sambutan tertulis Bupati yang dibacakan oleh Pj Sekda, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu menyampaikan apresiasi atas komitmen DPRD dalam mendukung penyusunan KUA–PPAS Tahun Anggaran 2026.
“Nota kesepakatan ini mencerminkan sinergi yang kuat antara Pemerintah Daerah dan DPRD. Dokumen yang disepakati hari ini telah disusun berdasarkan aspirasi masyarakat serta pandangan bersama, demi meningkatkan kualitas pelayanan publik,” ujar Yulian.
Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 yang telah disampaikan memuat rincian sebagai berikut:
Pendapatan Daerah: Rp3,087 triliun
Belanja Daerah: Rp3,506 triliun
Defisit Anggaran: Rp418,7 miliar
Pembiayaan dari SiLPA: Rp418,7 miliar
Defisit anggaran sepenuhnya akan ditutupi dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun sebelumnya.
Menariknya, suasana rapat yang formal ditutup dengan cara yang unik dan kultural. Pj Sekda Yulian Herawati menyampaikan dua bait pantun yang menyiratkan semangat kebersamaan dan harapan terhadap kesuksesan pelaksanaan program pembangunan daerah.
“Rapat digelar penuh kebersamaan,
KUA–PPAS jadi pedoman belanja.
Sinergi eksekutif dan legislatif jadi kekuatan,
Demi wujudkan Tanah Bumbu sejahtera.
“Bunga melati indah berseri,
Dipetik gadis berbaju merah.
KUA–PPAS sudah berseri,
Semoga sukses program permasalahan daerah.”
Pantun tersebut menjadi sorotan dan menyita perhatian para peserta rapat, karena bukan hanya mempermanis penutupan acara, tetapi juga mencerminkan pendekatan humanis dan kultural dalam penyampaian pesan pemerintahan.[jon












