Gangguan Pembangkit, PLN Terapkan Pengalihan Listrik Bergilir di Tanah Bumbu

Manajer PLN ULP Batulicin, Azmi Muharam bersama anak buahnya. Foto: genpikalsel.com

TANAH BUMBU – Gangguan pada sejumlah pembangkit yang terhubung dalam sistem kelistrikan Kalimantan berdampak terhadap pasokan listrik di sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.

Kondisi tersebut membuat PT PLN (Persero) menerapkan manajemen beban sementara secara bergilir di wilayah Tanah Bumbu. Pengalihan pasokan dilakukan untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan selama sejumlah pembangkit masih dalam proses pemulihan.

Manajer PLN ULP Batulicin, Azmi Muharam, mengatakan manajemen beban dilakukan secara bergantian dengan cakupan terbatas agar dampak terhadap pelanggan dapat diminimalkan.

“Karena interkoneksi sistem, kami memohon maaf. Kondisinya saat ini memang masih terjadi manajemen beban sementara atau pengalihan pasokan secara bergilir. Namun, kami usahakan hanya dilakukan di satu kecamatan secara bergantian,” ujar Azmi saat ditemui di kantornya, Rabu (16/9/2026).

Menurut Azmi, kondisi tersebut diperkirakan berlangsung hingga akhir September 2026. PLN berharap sejumlah pembangkit yang saat ini dalam proses pemulihan dapat kembali beroperasi secara bertahap.

“Selesai diperkirakan akhir September,” katanya.

Sebelumnya, PLN menyampaikan bahwa sistem kelistrikan Kalimantan mengalami gangguan pada sejumlah pembangkit. Beberapa di antaranya berada di Kalimantan Timur, yakni PLTU Cahaya Fajar Kaltim di Kutai Kartanegara dan PLTU Kaltim Prima Coal di Kutai Timur.

Gangguan juga terjadi pada PLTU Teluk Balikpapan dan PLTMG Bangkanai. Kondisi tersebut menyebabkan kemampuan pasokan daya ke sistem kelistrikan Kalimantan belum optimal dan turut berdampak terhadap sistem kelistrikan di Kalimantan Selatan, termasuk Tanah Bumbu.

Berdasarkan rilis PLN, sejumlah pembangkit yang mengalami gangguan ditargetkan kembali masuk ke sistem secara bertahap pada minggu ketiga hingga minggu keempat September 2026.

Selain memulihkan pembangkit yang mengalami gangguan, PLN juga mengupayakan percepatan penambahan pasokan melalui pembangkit sewa. Tambahan tersebut antara lain Pembangkit Batulicin berkapasitas 10 megawatt (MW), pembangkit sewa tahap pertama dengan total kapasitas 158 MW, serta tahap kedua dengan total kapasitas 120 MW.

PLN memastikan proses pemulihan dilakukan dengan memperhatikan aspek keselamatan dan keandalan pembangkit. Berbagai sumber daya dikerahkan untuk mempercepat pemulihan gangguan sekaligus menambah pasokan daya ke sistem kelistrikan Kalimantan.

Selama proses pemulihan berlangsung, PLN mengimbau masyarakat menggunakan listrik secara bijak, terutama pada periode beban puncak. Penggunaan listrik secara efisien diharapkan dapat membantu menjaga keandalan sistem.

PLN juga menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas ketidaknyamanan akibat kondisi tersebut. Informasi mengenai perkembangan sistem kelistrikan akan disampaikan secara berkala melalui PLN Mobile, Contact Center PLN 123, dan kanal resmi PLN.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *