Potensi Wisata Mangrove di Desa Sepunggur Tanah Bumbu Pikat Dengan Pandangan Gunung Jambangan

Pemandangan Gunung Jambangan yang terlihat dari Hutan Mangrove Pesisir Desa Sepunggur. Foto: Genpikalsel.com

BATULICIN – Kabupaten Tanah Bumbu tampaknya memilik potensi wisata alam baru berupa hutan mangrove di pesisir di Desa Sepunggur Kecamatan Kusan Tengah.

Lokasi ini menawarkan keindahan panorama laut yang berhadapan langsung dengan Gunung Jambangan di seberang laut, tepatnya di Desa Sungai Pasir, Kecamatan Pulau Laut Tengah, Kabupaten Kotabaru.

Hutan mangrove di Desa Sepunggur ini dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi wisata mangrove unggulan dengan daya tarik utama berupa perpaduan antara pemandangan laut, gunung, dan kawasan tambak ikan di sekitarnya.

Wakil Ketua 1 DPRD Tanah Bumbu, H. Hasanuddin, Rabu (15/10/2025) saat meninjau lokasi tersebut menyampaikan bahwa Desa Sepunggur sangat strategis untuk dijadikan kawasan wisata.

“Kita di Tanah Bumbu perlu memiliki wisata mangrove. Desa Sepunggur ini sangat strategis, di mana terdapat hutan mangrove di pesisir yang berhadapan langsung dengan Gunung Jambangan. Pemandangannya indah, ada juga tambak ikan di sekitarnya. Tempat ini sangat potensial untuk dijadikan destinasi wisata di Kalsel, khususnya di Tanah Bumbu,”kata H. Hasanuddin.

Saat meninjau lokasi mangrove di Desa Sepunggur. Foto: Genpikalsel.com

Pria yang dikenal ramah senyum ini menambahkan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti potensi tersebut dengan mengusulkannya kepada Pemerintah Daerah agar dapat dikembangkan menjadi kawasan wisata mangrove.

“Lokasinya sekitar tiga kilometer dari jalan nasional. Akses jalan menuju area mangrove ini hanya perlu sedikit peningkatan. Mudah-mudahan pemerintah daerah dapat mengakomodir dan mengembangkan kawasan ini, karena saya yakin tempat ini akan menjadi destinasi wisata besar yang sangat menarik,”jelas H Hasanuddin pria yang dikenal Dermawan Ini.

Selain meninjau potensi wisata, kunjungan H. Hasanuddin, ke Desa Sepunggur juga bertujuan untuk menyerap aspirasi warga. Salah satu keluhan utama masyarakat adalah belum tersedianya jaringan listrik dari PT PLN, meskipun sudah bertahun-tahun menetap di kawasan tersebut.

Dalam kunjungan itu, H. Hasanuddin mendengarkan langsung berbagai harapan warga agar segera menikmati aliran listrik dan pembangunan infrastruktur dasar lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *