Nelayan Kotabaru Naik Kelas! Sinergi BMKG dan Dinas Perikanan Hadirkan Revolusi Maritim

KOTABARU, GK – Transformasi besar tengah berlangsung di pesisir Kotabaru. Dinas Perikanan Kabupaten Kotabaru, berkolaborasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), menggulirkan program strategis yang menyasar peningkatan keselamatan dan kesejahteraan nelayan secara menyeluruh.

Salah satu terobosan yang mendapat apresiasi luas adalah sosialisasi informasi cuaca maritim berbasis data ilmiah. Edukasi ini dinilai krusial dalam membekali nelayan dengan pengetahuan yang sebelumnya hanya bergantung pada naluri dan pengalaman.

“Dulu nelayan melaut dengan intuisi. Sekarang, mereka punya akses ke informasi cuaca yang akurat. Ini bukan hanya soal keselamatan, tapi juga soal produktivitas,” ujar Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kotabaru, Khairul Fajri melalui Kabid Pemberdayaan Penangkapan Ikan, Tony Ahmadi, pada saat temui di ruang kerjanya di Dinas Perikanan Kotabaru, Rabu (15/10/25).

Lebih dari sekadar prakiraan cuaca, nelayan kini diperkenalkan pada teknologi pemetaan titik ikan dan sistem peringatan dini. Toni menyebut langkah ini sebagai wujud nyata sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam membangun ketahanan ekonomi pesisir.

“BMKG turun langsung ke lapangan, menyapa masyarakat, memberi edukasi. Ini bukan sekadar program, ini adalah revolusi maritim,” tegasnya.

Tak hanya edukasi, Toni juga mengungkapkan bahwa Dinas Perikanan juga menggulirkan bantuan alat tangkap dan mesin kapal ramah lingkungan. Tahun ini, sebanyak 1.000 unit mesin baru akan disalurkan, dengan prioritas tertinggi untuk 30 kelompok nelayan di Desa Rampa, Kecamatan Pulau Laut Utara.

“Mesin baru ini menggantikan yang sudah uzur. Dengan daya jelajah lebih luas, nelayan bisa meningkatkan hasil tangkapan dan pendapatan,” tambah Toni.

Program ini juga diperkuat oleh Gerai Pelangi, layanan terpadu bulanan yang memudahkan nelayan dalam pengurusan dokumen usaha dan legalitas. Gerai ini menjadi jembatan antara nelayan dan akses administratif yang selama ini sulit dijangkau.

Dengan sinergi lintas lembaga dan dukungan teknologi, nelayan Kotabaru kini berdiri lebih kokoh menghadapi tantangan laut. Harapannya, mereka tak hanya selamat, tapi juga sejahtera dan berdaya saing tinggi di era maritim modern.

Yandi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *