Dari Balik Tembok Penjara, Pakcoy Hidroponik Jadi Napas Baru Warga Binaan Kotabaru

KOTABARU,GK – Lapas Kelas IIA Kotabaru berhasil memanfaatkan keterbatasan ruang menjadi peluang. Dengan lahan terbatas, pihak lapas membangun kebun hidroponik pakcoy yang kini menjadi simbol kemandirian dan harapan bagi warga binaan.

Program ini mulai berjalan sejak awal 2024 dan melibatkan langsung warga binaan dari proses penyemaian, perawatan, hingga panen. Instalasi hidroponik dibangun menggunakan pipa paralon, nutrisi tanaman, serta sistem aliran air sederhana di salah satu sudut area pembinaan lapas.

“Kami ingin warga binaan tidak hanya menjalani masa hukuman, tetapi juga mendapatkan keterampilan untuk hidup mandiri setelah bebas nanti,” ujar pihak Lapas Kotabaru.

Meski dengan keterbatasan fasilitas dan lahan, kebun hidroponik ini mampu menghasilkan pakcoy segar berkualitas. Hasil panen dimanfaatkan untuk kebutuhan dapur lapas, dan sebagian dijual ke masyarakat sekitar sebagai bentuk produktivitas warga binaan.

Warga binaan yang ikut serta dalam program ini mengaku merasa lebih percaya diri dan termotivasi. Mereka tidak hanya bekerja, tetapi juga belajar teknik pertanian modern yang bisa digunakan sebagai bekal di dunia luar.

Program hidroponik ini juga mendapat respons positif dari masyarakat dan menjadi contoh bahwa pembinaan di dalam lapas bisa berjalan efektif dan inovatif. Hidroponik pakcoy di Lapas Kotabaru bukan sekadar tanaman, tetapi simbol bahwa dari balik jeruji, harapan dan masa depan baru bisa tumbuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *