Kepala Desa Baharu Utara Dijuluki “Sang Kesatria Desa”: Memimpin dengan Ketegasan, Ketulusan, dan Semangat Perubahan

KOTABARU, GK – Dalam momentum Musyawarah Desa (Musdes) penetapan perubahan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun Anggaran 2025, Kepala Desa Baharu Utara, Kecamatan Pulau Laut Sigam, Zam Zenie tampil sebagai figur pemimpin yang tak hanya bekerja, tetapi menginspirasi. Ia dikenal masyarakat sebagai sosok yang membawa semangat kesatria dalam memimpin, penuh ketegasan, keberanian, dan komitmen yang tak pernah surut.

“Musdes ini adalah titik balik. Meski ada pemotongan anggaran sebesar Rp600 juta, kami tetap optimis karena dukungan dari dana BPD, BKK, dan sektor keagamaan terus mengalir. Ini bukan hambatan, tapi tantangan yang kami jawab dengan kerja nyata,” tegasnya.

Kepala Desa menekankan bahwa Baharu Utara tidak lagi ingin berada dalam kategori desa tertinggal. Perubahan RKPDes menjadi momentum kebangkitan, dengan semangat gotong royong yang melibatkan RT, tokoh agama, tokoh adat, tokoh perempuan, dan seluruh lapisan masyarakat.

“Kami bergerak bersama. Ini bukan perjuangan individu, tapi gerakan kolektif demi masa depan desa yang lebih bermartabat,” ujarnya.

Salah satu prioritas dalam perubahan RKPDes adalah pembangunan kantor desa yang representatif. Selama ini, kantor desa berada di pinggir jalan raya dan menyerupai bangunan rumah biasa, sehingga kurang layak sebagai pusat pelayanan publik.

“Kami ingin kantor desa menjadi wajah pelayanan yang membanggakan. Nantinya akan dilengkapi dengan mobil dinas, pemadam kebakaran, dan armada kebersihan agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal,” jelasnya.

Dengan penuh semangat, Kepala Desa menargetkan bahwa pada periode 2026–2030, Baharu Utara akan menjadi desa yang aman, sehat, dan berdaya saing tinggi.

“Kami tidak ingin terus berada di posisi terbawah. Dengan kerja keras dan kolaborasi, kami yakin Baharu Utara akan tampil dan bersinar,” ucapnya penuh keyakinan.

Menariknya, Kepala Desa Baharu Utara mendapat julukan Kapten Amerika atau ‘Sang Kesatria Desa’ dari masyarakat karena gaya kepemimpinannya yang tegas, berani, dan penuh semangat juang. Julukan tersebut lahir dari kekaguman warga terhadap dedikasi dan ketulusan beliau dalam membangun desa.

“Sejak kecil saya kagum pada figur kesatria. Julukan itu adalah bentuk kepercayaan masyarakat yang saya jaga dengan sepenuh hati. Saya ingin membawa semangat itu dalam memimpin dan melayani,” tutupnya.

Dengan arah pembangunan yang jelas dan semangat kolektif yang kuat, Desa Baharu Utara kini melangkah lebih percaya diri menuju masa depan yang cerah. Di bawah kepemimpinan yang visioner dan mengagumkan, desa ini membuktikan bahwa perubahan bukan sekadar wacana, melainkan gerakan nyata menuju kemajuan.

Yandi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *