KOTABARU, GK – Pemerintah Daerah Kotabaru bersama Dinas Perikanan kembali menyalurkan bantuan kepada kelompok nelayan berupa alat tangkap yang tidak merusak ekosistem laut. Kegiatan berlangsung di Halaman Dinas Perikanan Kotabaru, Desa Dirgahayu, Kecamatan Pulau Laut Utara, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan.
Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Penangkapan Ikan, Tony Ahmadi, mewakili Kepala Dinas (Kadis) Perikanan dan Kelautan Kotabaru, Khairul Fajri, menjelaskan bahwa tujuan utama program ini adalah meningkatkan kesejahteraan nelayan melalui peningkatan produksi tangkapan.
“Dengan bantuan ini, hasil tangkapan diharapkan lebih banyak sehingga berdampak langsung pada peningkatan ekonomi keluarga nelayan,” ujarnya Tony Ahmadi saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (25/11/25).
Tony menegaskan bahwa bantuan diberikan melalui proses seleksi ketat. Nelayan wajib mengajukan proposal dan disertai identitas resmi seperti KTP dan Kartu Kusuka (Kartu Pelaku Usaha Perikanan).
“Kami melakukan identifikasi dan verifikasi agar bantuan benar-benar tepat sasaran. Hanya nelayan aktif yang berhak menerima,” jelasnya.
Pada penyaluran kali ini, terdapat 13 kelompok nelayan penerima bantuan. Sebelumnya juga telah disalurkan kepada 13 kelompok lain, sehingga total mencapai 26 kelompok.
“Tahun ini targetnya lebih dari 100 kelompok. Bantuan berupa alat tangkap ramah lingkungan seperti gillnet, jaring trammel net, dan waring, serta alat bantu berupa mesin diesel, GPS, dan mesin ketinting,” kata Toni.
Selain bantuan fisik, Dinas Perikanan juga menyiapkan program sosialisasi dan pelatihan. “Sebagian nelayan sudah familiar dengan alat tangkap ramah lingkungan ini, namun bagi yang baru kami lakukan sosialisasi dasar. Ke depan, pelatihan akan terus ditingkatkan agar nelayan semakin terampil dan produktif,” tambahnya.
Tony Ahmadi menekankan bahwa bantuan harus digunakan sesuai peruntukan. “Kami sudah mengingatkan agar alat tangkap tidak dialihfungsikan atau dijual. Nelayan penerima menandatangani fakta integritas. Jika melanggar, mereka akan diblacklist dan tidak lagi mendapat bantuan, bahkan bisa dikenakan sanksi hukum,” tegasnya.
Dengan adanya program ini, Pemerintah berharap nelayan Kotabaru semakin mandiri, produktif, dan sejahtera. Bantuan ini bukan hanya sekali, tetapi akan berlanjut secara berkala.
“Kami ingin nelayan benar-benar merasakan manfaatnya dan menjaga keberlanjutan sumber daya laut,” tutup Tony
Yandi












