KOTABARU, GK – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kotabaru mencatat sederet capaian gemilang sepanjang tahun 2025. Kepala Lapas, Doni Handriansyah, menegaskan bahwa pembinaan warga binaan berjalan luar biasa, dengan program ketahanan pangan menjadi sorotan utama.
“Program ketahanan pangan menunjukkan hasil signifikan dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Doni saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (5/1/26).
Menurut Doni, lahan yang sebelumnya tidak produktif kini berhasil diolah menjadi kebun sayur dengan berbagai komoditas seperti kacang panjang, terong, dan kangkung. Bahkan, setiap sudut lahan di dalam lapas diwajibkan ditanami. Tak berhenti disitu, pengembangan hidroponik juga meningkat pesat untuk budidaya pakcoy dan selada.
Selain pertanian, warga binaan didorong mandiri lewat UMKM. Produk unggulan seperti sasirangan, amplang, dan keripik pisang kini memiliki merek resmi dan sertifikat halal, menjadikan karya mereka berdaya saing di pasar.
Pembinaan tak hanya menyentuh keterampilan, tetapi juga mental dan spiritual. Sepanjang 2025, rehabilitasi sosial diberikan kepada 250 warga binaan, disertai kegiatan keagamaan lintas agama untuk memperkuat kepribadian.
Sinergi dengan pemerintah daerah dan dukungan swasta turut memperkuat program. Lapas Kotabaru bekerja sama dengan berbagai dinas, serta mendapat dukungan rutin dari perusahaan seperti PT Arutmin dan PT Guthrie Internasional Pulau Laut Refinery.
Prestasi membanggakan juga diraih dengan predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). Lapas Kotabaru menjadi salah satu dari sekitar 30 lapas di Indonesia yang berhasil meraih penghargaan bergengsi tersebut. Doni menekankan, capaian ini adalah hasil kerja kolektif seluruh pegawai, bukan semata peran pimpinan.
Tahun 2026, Lapas Kotabaru akan tetap fokus pada pembinaan kemandirian dan kepribadian. Doni berharap warga binaan mampu memanfaatkan kesempatan ini untuk menyiapkan diri kembali ke masyarakat, tidak mengulangi kesalahan masa lalu, dan berkontribusi positif bagi keluarga serta bangsa.
“Selama di dalam, warga binaan harus memaksimalkan pembinaan, menyadari kesalahan, dan menyiapkan masa depan. Harapan selalu ada untuk menjadi lebih baik,” tutup Doni.
Yandi












