BATULICIN – Kehadiran Aksi Rumah Damai, program unggulan Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif, mendapat apresiasi dari warga Desa Barokah, Kecamatan Simpang Empat.
Program ini dinilai efektif sebagai ruang musyawarah dalam menyelesaikan persoalan hukum dan konflik sosial di tingkat desa.
Kepala Desa Barokah, Markuwat, mengatakan Aksi Rumah Damai memberi solusi nyata agar persoalan kecil di masyarakat tidak berujung panjang hingga ke ranah hukum.
Hal tersebut ia sampaikan saat ditemui wartawan di Kantor Desa Barokah, Kamis (5/2/2026).
Menurutnya, sebelum adanya program ini, beberapa persoalan sepele kerap berpotensi menimbulkan konflik besar. Salah satunya pernah terjadi perselisihan rumah tangga antara suami dan istri yang dipicu persoalan utang.

“Pernah suatu malam ada seorang ibu membawa anaknya datang ke rumah, karena tidak berani pulang. Penagih utang datang ke rumahnya, sementara utang tersebut tidak ia sampaikan kepada suaminya. Suaminya marah,”ungkap Markuwat.
Melihat kondisi tersebut, pemerintah desa segera melakukan mediasi dengan mempertemukan kedua belah pihak. Melalui musyawarah, persoalan berhasil diselesaikan secara kekeluargaan dan pasangan suami istri tersebut kembali hidup damai.
Tak hanya kasus rumah tangga, Markuwat mengungkapkan bahwa beberapa persoalan lain di desanya juga kerap bermula dari masalah kecil, namun berujung ke proses hukum. Dengan adanya Aksi Rumah Damai, konflik-konflik kecil semacam itu kini dapat diselesaikan di tingkat desa melalui dialog dan kesepakatan bersama.
“Program ini sangat membantu. Persoalan pertengkaran mulut atau perbedaan pendapat yang masih bisa dimusyawarahkan, kita selesaikan di Aksi Rumah Damai nantinya,” jelas Markuwat.
Ia pun berharap Aksi Rumah Damai terus berjalan dan dimanfaatkan nantinya oleh masyarakat sebagai sarana penyelesaian konflik yang mengedepankan nilai kekeluargaan dapat berjalan.
“Alhamdulillah, Desa Barokah menjadi desa pertama yang mendapatkan Aksi Rumah Damai yang didatangi langsung oleh profesor bersama DPMD dan Tim Aksi Percepatan Pembangunan Tanah Bumbu,”pungkas Markuwat.












