KOTABARU, GK – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Kecamatan Pamukan Utara kembali menjadi sorotan. Camat Pamukan Utara, Dwi Handoko, ST., M.M., menegaskan bahwa proses Musrenbang di wilayahnya dilaksanakan secara berjenjang, dimulai dari tingkat desa hingga kecamatan.
Dalam wawancara, Dwi Handoko menyampaikan bahwa antusiasme masyarakat sangat tinggi. Berbagai elemen hadir aktif menyuarakan gagasan, mulai dari perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh masyarakat, pemuda, hingga perempuan.
“Usulan yang masuk benar-benar mencerminkan kebutuhan nyata di lapangan. Musrenbang menjadi ruang bersama untuk menyalurkan aspirasi pembangunan,” ujarnya, Jumat (6/2/26)
Hasil Musrenbang menunjukkan fokus utama pembangunan masih tertuju pada infrastruktur dasar seperti jalan dan jembatan, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta program pemberdayaan masyarakat. Semua usulan dipilah berdasarkan skala prioritas dan kemampuan anggaran, lalu diteruskan ke perangkat daerah terkait untuk ditindaklanjuti.
Dwi Handoko menekankan pentingnya koordinasi yang rutin dan terbuka. Pemerintah kecamatan bersama jajaran desa serta stakeholder terkait terus menjaga komunikasi agar setiap usulan tersampaikan dengan baik dan selaras dengan kebijakan pembangunan daerah.
“Kami aktif mendampingi desa, rutin melaksanakan rapat koordinasi, dan memastikan perencanaan pembangunan tepat sasaran,” tambahnya.
Meski keterbatasan anggaran menjadi tantangan utama, hal ini justru dianggap sebagai peluang untuk mendorong desa lebih selektif dalam menentukan kebutuhan mendesak. Strategi yang ditempuh adalah memperkuat koordinasi, menyusun skala prioritas yang jelas, serta memastikan setiap usulan benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Dengan semangat kebersamaan dan komitmen yang kuat, Musrenbang di Pamukan Utara diharapkan mampu melahirkan pembangunan yang lebih terarah, berkelanjutan, dan menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung.
Yandi












