Dari Gedung Lama ke Era Digital, MPP Kotabaru Jadi Wajah Baru Pelayanan Publik

KOTABARU, GK – Sepanjang tahun 2025, Mall Pelayanan Publik (MPP) Kotabaru mencatat capaian luar biasa dengan melayani 13.421 masyarakat sejak resmi beroperasi pada 23 Juni. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan bukti nyata meningkatnya kepercayaan publik terhadap layanan terpadu yang dihadirkan pemerintah daerah.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Muhammad Fuad Fahruddin melalui Kabid Pengaduan, Kebijakan, dan Pelaporan Layanan sekaligus Plt. Sekretaris DPMPTSP Kotabaru Rakhmad Syah Putra, menuturkan bahwa jumlah gerai pelayanan terus bertambah.

“Awalnya hanya beberapa instansi, kini sudah ada 17 gerai bergabung, termasuk ATR/BPN untuk urusan pertanahan dan layanan imigrasi,” jelas Rakhmad pada saat dikonfirmasi awak media, Senin (9/2/26).

Kehadiran gerai-gerai baru ini memperluas akses masyarakat terhadap layanan penting yang sebelumnya tersebar di berbagai kantor.

Sepanjang 2025, MPP juga melakukan sejumlah pembenahan. Fasilitas pendukung seperti ATM, layanan perbankan Bank Kalsel untuk pembayaran pajak daerah, serta perbaikan fisik gedung menjadi bagian dari upaya meningkatkan kenyamanan. Bahkan, inovasi berupa mesin antrian elektronik dengan sistem audio otomatis telah disiapkan, sehingga masyarakat tidak lagi bergantung pada tiket manual.

Meski demikian, keterbatasan ruang masih menjadi tantangan utama. Gedung MPP saat ini merupakan bangunan lama yang sulit menampung penambahan gerai baru. Rakhmat menilai, solusi ideal adalah pembangunan gedung baru dengan desain modern yang mampu menyesuaikan kebutuhan pelayanan publik di masa depan.

Sementara, Sekretaris Daerah Kotabaru, H. Eka Saprudin, menegaskan bahwa arah pelayanan publik kini mengutamakan digitalisasi.

“Konsep ke depan adalah kemudahan. Masyarakat cukup dari rumah bisa mengakses layanan perizinan secara cepat, tepat, dan transparan,” ujarnya.

Selain digitalisasi, pemerintah daerah juga menargetkan sosialisasi MPP ke- 22 kecamatan. Strategi ini dilakukan melalui tatap muka langsung, pemanfaatan media sosial, hingga peran aktif pemerintah desa.

“Media online, Facebook, hingga TikTok bisa menjadi sarana efektif untuk menjangkau masyarakat hingga pelosok,” tambah Eka Saprudin.

Dengan capaian awal yang besar, pemerintah daerah berharap MPP Kotabaru semakin dikenal luas sebagai pusat pelayanan publik yang efisien, transparan, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.

“Pelayanan yang baik akan melahirkan kepuasan. Itu yang harus terus kita jaga dan tingkatkan,” tegas Eka Saprudin penuh optimisme

Yandi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *