Pasar Wadai Ramadan 1447 H Resmi Dibuka, 200 Stan UMKM Gratis Disediakan

Saat wakil Gubenur Kalsel mengunjungi Pasar Wadai Ramadan 1447 Hijriah. Foto: Istimewa.

BANJARMASIN – Pasar Wadai Ramadan 1447 Hijriah resmi dibuka sebagai bagian dari upaya memeriahkan bulan suci Ramadan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kegiatan tahunan ini merupakan kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dan Pemerintah Kota Banjarmasin.

Pasar Wadai berlangsung hingga 17 Maret 2026 dan dibuka setiap hari mulai pukul 15.00 hingga 22.00 Wita.

Peresmian dilakukan oleh Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Hasnuryadi Sulaiman, bersama Wali Kota Banjarmasin, M Yamin. Momentum ini dinilai penting untuk memperkuat perekonomian masyarakat sekaligus menjaga tradisi kuliner khas Ramadan.

Tahun ini, Pasar Wadai menghadirkan 200 stan yang seluruhnya disediakan secara gratis bagi pelaku UMKM. Selain beragam kuliner khas Ramadan, kegiatan juga diramaikan dengan National Halal Fair, Pasar Raya TPID VI, festival Islami, talkshow, tausiah menjelang berbuka puasa, serta layanan cek kesehatan gratis bagi masyarakat.

Hasnuryadi menekankan pentingnya menjaga kualitas produk dan kebersihan lingkungan selama kegiatan berlangsung. Ia mengingatkan agar makanan yang dijual benar-benar halal dan aman dikonsumsi, serta mengurangi penggunaan sampah plastik.

“Yang paling penting, makanan yang dijual harus halal dan aman dikonsumsi. Selain itu, kebersihan harus dijaga, termasuk mengurangi sampah plastik untuk mendukung upaya memperindah kota,” ujarnya di Banjarmasin, Kamis (19/2/2026).

Ia juga mengajak masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi lebih untuk berbelanja di lapak UMKM sebagai bentuk dukungan terhadap perputaran ekonomi. Menurutnya, hasil belanja tersebut dapat dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan sebagai wujud kepedulian sekaligus mempererat silaturahmi.

Sementara itu, M. Yamin menyampaikan bahwa antusiasme pelaku UMKM tahun ini meningkat signifikan. Jumlah pendaftar mencapai sekitar 600 orang, namun kapasitas stan tetap dibatasi sebanyak 200 unit guna menjaga kenyamanan pengunjung.

” Tahun ini sangat ramai dan pendaftarnya luar biasa banyak. Kami tetap menyediakan 200 stan seperti tahun sebelumnya, meskipun pendaftar mencapai 600 orang. Tentu ada proses kurasi karena keterbatasan lahan,” jelasnya.

Dalam rangka menjaga kebersihan lingkungan, Pemerintah Kota Banjarmasin juga meluncurkan 1.582 Agen 3R (Reuse, Reduce, Recycle). Agen-agen ini bertugas memberikan edukasi langsung kepada masyarakat tentang pemilahan sampah, pengurangan sampah plastik, serta pengolahan sampah menjadi kompos.

Yamin mengimbau masyarakat agar tidak mencampur sampah dan mulai membiasakan budaya memilah sampah, terutama di tengah keramaian acara.

” Kami berharap masyarakat tidak mencampur sampah mereka. Harapan kita, melalui Agen 3R ini, budaya memilah sampah bisa tumbuh dan Banjarmasin tetap terjaga kebersihannya meski di tengah keramaian acara,” tuturnya.

Ia juga menegaskan bahwa seluruh stan disediakan secara gratis dan meminta masyarakat melaporkan jika menemukan pungutan liar.

“Ini semua gratis. Jika ada yang memasang tarif, segara lapor kepada kami agar segera dapat ditindak,” tegasnya.

Pasar Wadai Ramadan diharapkan tidak hanya menjadi pusat kegiatan ekonomi dan kuliner, tetapi juga menjadi sarana mempererat kebersamaan, meningkatkan kesejahteraan pelaku UMKM, serta menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan selama bulan suci Ramadan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *