JAKARTA, GK – Pemerintah memastikan ketersediaan daging nasional tetap aman selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri 2026. Fokus utama kebijakan saat ini bukan pada penambahan stok, melainkan memastikan distribusi berjalan lancar agar harga tetap stabil di tingkat konsumen.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda, menegaskan bahwa secara nasional tidak terjadi kekurangan pasokan. Kenaikan harga di sejumlah daerah lebih disebabkan oleh faktor distribusi, biaya logistik, serta lonjakan permintaan musiman yang lazim terjadi menjelang hari besar keagamaan.
Pernyataan tersebut disampaikan usai inspeksi mendadak yang dilakukan Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, di Pasar Kebayoran Baru, Jumat (20/2/2026).
Menurut Agung, pemerintah kini mempercepat penyaluran stok ke daerah-daerah yang mengalami kenaikan harga agar disparitas dapat ditekan. Operasi pasar juga diperkuat untuk menjaga harga tetap berada dalam rentang Harga Eceran Tertinggi (HET).
Upaya stabilisasi dilakukan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir. Pemerintah membentuk tim Sapu Bersih (Saber) untuk mengawasi potensi pelanggaran harga, mutu, dan kualitas pangan. Pengawasan mencakup peternak, feedloter, rumah potong hewan (RPH), distributor, hingga pedagang pasar.
Harga sapi hidup dijaga pada kisaran Rp55.000 per kilogram di tingkat feedloter dan Rp56.000 per kilogram di RPH. Di sektor perunggasan, stabilitas harga ayam dan telur juga terus dipantau agar tetap sesuai dengan acuan pemerintah.
Selain penguatan distribusi, pemerintah mengevaluasi penugasan BUMN dalam penyediaan daging kerbau sebagai instrumen stabilisasi harga. Penyaluran dilakukan melalui berbagai jalur distribusi untuk memperluas akses masyarakat terhadap protein hewani dengan harga terjangkau.
Andi Amran Sulaiman menegaskan seluruh komoditas strategis-termasuk beras,ayam, daging, telur, dan minyak goreng-harus dijual sesuai ketentuan HET. Ia memastikan stok pangan nasional dalam kondisi lebih dari cukup sejak sebelum Ramadan.
Dengan operasi pasar yang terus berjalan dan pengawasan ketat di seluruh daerah, pemerintah berharap masyarakat dapat menjalani Ramadan dan Idulfitri tanpa kekhawatiran terhadap lonjakan harga pangan pokok.












