KOTABARU, GK – Kepala Lapas Kelas IIA Kotabaru, Doni Handriansyah, menegaskan pencapaian terbesar selama masa kepemimpinannya adalah keberhasilan Lapas Kotabaru meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) pada tahun 2025.
“WBK adalah cita-cita semua satuan kerja. Setelah lima tahun penuh perjuangan, Alhamdulillah di 2025 kami berhasil meraihnya,” ujar Doni dalam wawancara, Jumat (27/2/26).
Setelah WBK, target berikutnya adalah Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Doni menekankan bahwa perjuangan menuju WBBM tidak main-main, dengan dukungan penuh pimpinan serta pemberian penghargaan sebagai bentuk motivasi bagi jajaran Lapas.
Dalam hal keamanan, Doni menegaskan pendekatan pencegahan dan pengawasan dilakukan tanpa kompromi, yakni:
- SOP pengamanan ditegakkan secara ketat.
- Arahan dan penguatan diberikan di setiap kesempatan.
- Sinergi dengan aparat penegak hukum terus diperkuat.
Lapas Kotabaru bahkan mendapat penghargaan sebagai lapas terbaik dengan jumlah razia terbanyak, menunjukkan komitmen serius menjaga ketertiban.
Selain pengamanan, pembinaan warga binaan tetap menjadi prioritas. Program rehabilitasi dijalankan melalui:
- Pembinaan kepribadian: pendidikan keagamaan bagi Muslim maupun Kristiani.
- Pembinaan kemandirian: berbagai kegiatan produktif untuk mempersiapkan warga binaan kembali ke masyarakat.
Doni juga menyoroti perubahan peran petugas pemasyarakatan seiring berlakunya KUHP baru. Jika sebelumnya fokus pada pengamanan, kini petugas dituntut menjadi pembimbing kemasyarakatan yang terlibat sejak tahap Prajudifikasi hingga Posjudifikasi (awal – akhir).
“Dengan KUHP baru, pemasyarakatan tidak lagi hanya hadir di akhir proses hukum, tetapi sejak awal hingga akhir,” jelasnya.
Menutup wawancara, Doni berharap capaian WBK dapat dipertahankan dan ditingkatkan.
“Syukur-syukur ke depan kita bisa meraih predikat WBBM. Itu target besar kami,” tegasnya.
Yandi












