BATULICIN – Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Bumbu terus melakukan imbauan dan sosialisasi kepada masyarakat untuk melaksanakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara konsisten, terutama dengan menguras bak mandi dan tempat penampungan air hujan minimal seminggu sekali.
Langkah “3M Plus” (Menguras, Menutup, dan Mendaur Ulang ditambah pencegahan lainnya) terbukti efektif memutus siklus nyamuk Aedes aegypti sebagai penular Demam Berdarah Dengue (DBD).
Hal tersebut disampaikan Bupati Andi Rudi Latif melalui Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Bumbu, Narni, yang diwakili Sekretarisnya, Andi Arman Rikki, Selasa (3/2/2026) kemarin.
Menurut Arman, langkah tersebut merupakan bagian dari pencegahan dini agar nyamuk tidak berkembang biak di tempat penampungan air, terutama saat musim hujan.
Ia menjelaskan, nyamuk Aedes aegypti biasanya berkembang biak di penampungan air hujan, sehingga masyarakat diimbau rutin membersihkan tempat penampungan air, menimbun genangan dengan tanah, serta menjaga kebersihan halaman rumah.
Ia juga menyampaikan, kasus DBD pada Januari 2026 tercatat sebanyak tujuh kasus, sedangkan Februari sebanyak 12 kasus.
“Jadi Dinas Kesehatan bersama Puskesmas terus mengimbau masyarakat untuk melakukan PSN dengan membersihkan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember, dan vas bunga minimal seminggu sekali, menutup rapat tandon, drum, dan menguras penampungan air hujan agar nyamuk tidak dapat bertelur, serta mengubur atau mendaur ulang barang bekas seperti ban, kaleng, dan botol yang dapat menampung air hujan,” tutup Arman.












