Ratusan Pemudik Yang Tertahan Akhirnya Diberangkatkan dari Batulicin ke Sulawesi

Ratusan Pemudik Yang Tertahan Akhirnya Diberangkatkan dari Batulicin ke Sulawesi. Foto: Istimewa.

BATULICIN – Ratusan pemudik Lebaran yang sempat tertahan di Pelabuhan ASDP Batulicin akhirnya diberangkatkan menuju Pelabuhan Garongkong, Sulawesi Selatan, pada Kamis (19/3/2026) menggunakan KM Awu-Awu.

Sebelumnya, keberangkatan kapal pada Selasa (17/3/2026) hanya melayani penumpang bertiket resmi alias membeli melalui online di ASDP . Sementara itu, penumpang yang membeli tiket secara manual terpaksa ditunda akibat kelebihan kapasitas kapal.

Kepala KSOP Kelas II Kotabaru-Batulicin, Anggiat D Silitonga, mengungkapkan hasil pemeriksaan menemukan sebanyak 269 calon penumpang tidak memiliki tiket resmi sehingga tidak dapat diproses saat check-in.

“Untuk menjaga keselamatan pelayaran, penumpang tanpa tiket resmi harus diturunkan agar tidak terjadi kelebihan kapasitas di atas kapal,” ujarnya.

Setelah proses penertiban, KM Awu-Awu tetap melanjutkan pelayaran ke tujuan. Sementara itu, ratusan calon penumpang yang tertinggal ditampung di area pelabuhan dengan fasilitas darurat yang disiapkan oleh pihak ASDP. Sedangkan pemerintah daerah membantu kebutuhan berbuka puasa dan saur para penumpang yang tertunda, seperti dapur umum dan toilet portable.

Melalui koordinasi lanjutan, PT ASDP menyatakan kesanggupan untuk kembali mengangkut penumpang tersebut setelah kapal kembali ke Batulicin. Kesepakatan ini mendapat respons positif dari para calon penumpang sehingga situasi di pelabuhan tetap kondusif.

Kapal KM Awu-Awu tiba kembali di Batulicin pada Kamis (19/3/2026) sore dan langsung dilakukan proses embarkasi dengan pengawasan petugas KSOP, kepolisian, dan TNI AL. Proses berjalan tertib hingga kapal diberangkatkan kembali pada pukul 20.00 WITA menuju Pelabuhan Garongkong.

Pihak KSOP menegaskan bahwa langkah penundaan dilakukan semata-mata demi keselamatan penumpang dan pelayaran.

Sementara itu, pihak ASDP Batulicin menjadikan kejadian ini sebagai bahan evaluasi, terutama dalam penertiban tiket menual serta peningkatan sistem operasional dan koordinasi di lapangan.

Penumpang juga diimbau untuk membeli tiket melalui jalur resmi agar tidak mengalami kendala serupa di kemudian hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *