BARITO KUALA, GK – Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari ( Uniska MAB) menghadirkan Menteri Pekerja Migran Indonesia (P2MI) RI, Mukhtarudin, dalam kuliah umum bertema “Migrasi Aman dan Peluang Kerja di Luar Negeri” yang berlangsung di Auditorium Gedung Rektorat UNISKA MAB, Selasa (23/6/2026).
Kegiatan tersebut menjadi wadah edukasi bagi mahasiswa untuk memahami peluang berkarier di tingkat internasional sekaligus pentingnya mengikuti prosedur resmi dalam proses penempatan pekerja migran Indonesia..
Acara dihadiri oleh pimpinan Yayasan, rektorat, dosen, mahasiswa, serta perwakilan sejumlah perguruan tinggi di Kalimantan Selatan. Pada kesempatan itu juga dibahas penguatan sinergi antara kampus dan Kementerian P2MI melalui rencana penandatanganan nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama.
Rektor Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari, Mohammad Zainul, mengatakan kolaborasi dengan Kementerian P2MI merupakan langkah strategis dalam mempersiapkan lulusan agar memiliki daya saing di pasar kerja internasional.

Menurutnya, kampus terus berupaya meningkatkan mutu pendidikan, memperkuat akreditasi, dan memperluas jaringan kerja sama dengan berbagai pihak guna menjawab kebutuhan tenaga kerja Global.
“Kerja sama ini diharapakan dapat membuka lebih bnyak kesempatan bagi lulusan untuk berkarier di luar negeri dengan bekal kompetensi yang sesuai standar internasional,” ujarnya.
Ia juga menyebut kegitan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Dies Natalis ke 45 UNISKA MAB.
Dalam pemaparannya, Menteri P2MI Mukhtarudin menegaskan bahwa perlindungan terhadap pekerja migran harus dibangun secara komprehensif, mulai dari tahap persiapan keberangkatan, masa penempatan, hingga proses kepulangan ke Indonesia.
Ia menilai peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi faktor utama untuk mencegah praktik penempatan pekerja Migran secara nonprosedural.
“Semakin baik kompetensi yang dimiliki, semakin besar pula perlindungan dan posisi tawar pekerja migran Indonesia di negara tujuan,” katanya.
Mukhtarudin juga mengapresiasi keberadaan Migrant Center UNISKA MAB yang berfungsi sebagai pusat informasi mengenai migrasi yang aman, legal, dan terstruktur bagi mahasiswa maupun masyarakat luas.
Selain memberikan kesempatan kerja, pekerja migran Indonesia juga dinilai berkontribusi terhadap perekonomian melalui remitansi yang membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga dan daerah asal.
Diskusi berlangsung Dinamis dengan berbagai peryataan dari mahasiswa, mulai dari persyaratan bekerja diluar negeri, peluang karier yang tersedia, hingga bentuk perlindungan yang disiapkan pemerintah.
Melalui kegiatan ini, UNISKA MAB menunjukan komitmennya dalam membekali mahasiswa dengan wawasan global dan mempersiapkan lulusan yang siap bersaing ditingkat internasional.[ Gunawan.












