Sehari Bisa Dua Kali Padam, Warga Sigam Minta PLN Beri Kepastian Jadwal

Ilustrasi warga pakai Lilin karena mati lampu. Foto: Ilustrasi.

KOTABARU, GK – Pemadaman listrik bergilir yang kembali dilakukan PLN di Kabupaten Kotabaru kembali dikeluhkan warga. Kali ini keluhan datang dari Desa Sigam, Kecamatan Pulau Laut Sigam, yang mengaku terdampak lebih dari satu kali dalam sehari.

Randi, warga Desa Sigam, mengaku sudah hafal dengan ritme padam nyala belakangan ini.

“Siang mati sekitar beberapa jam. Pas malam lampu sudah nyala, senang sebentar. Giliran malam, padam lagi. Kadang-kadang sehari bisa 2 kali padam. Rasanya kayak main petak umpet sama listrik,” keluhnya, Sabtu (25/7/2026).

Tidak hanya rumah tangga, dampaknya juga merembet ke usaha kecil dan aktivitas anak sekolah.

“Saya jualan pakai QRIS. Kalau listrik mati, HP cepat panas karena pakai data terus. Anak saya juga mau belajar lewat HP, jadi susah sinyalnya. Listrik mati, jaringan ikut lemot,” ujar seorang warga Sigam yang berprofesi sebagai pedagang kelontong.

Menurutnya, yang paling dibutuhkan warga saat ini adalah kepastian.

“Kami tidak masalah kalau memang harus bergilir. Tapi tolong dikasih tahu jam berapa padam, jam berapa nyala. Biar bisa siap-siap masak, cas HP, atau atur kerjaan,” tambahnya.

Terkait keluhan tersebut, PLN ULP Kotabaru melalui pengumuman resminya menyampaikan bahwa pemadaman terjadi akibat adanya gangguan kelistrikan yang berdampak pada sebagian pelanggan di wilayah kerjanya.

“PLN terus mengerahkan seluruh sumber daya untuk mempercepat proses pemulihan gangguan dan meminimalkan dampak kepada pelanggan. Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi serta mengucapkan terima kasih atas pengertian dan dukungan pelanggan,” tulis PLN ULP Kotabaru dalam pengumumannya.

PLN juga mengimbau bahwa waktu dan estimasi lama padam dapat berubah sesuai kondisi pembangkit.

Warga berharap ke depan PLN bisa lebih rutin menginformasikan jadwal pemadaman, agar aktivitas sehari-hari tidak terus terganggu.

“Intinya kami cuma minta kejelasan. Biar tidak kaget tiap lampu tiba-tiba mati,” ucap warga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *