BANJARMASIN – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, H. M. Syaripuddin, S.E., M.A.P., mendesak pemerintah segera melakukan audit keselamatan menyeluruh di jalur alternatif Banjarbaru–Batulicin. Desakan ini menyusul kecelakaan yang terus berulang hingga menimbulkan korban meninggal dunia dan luka berat.
“Jalur ini dibangun untuk mempercepat konektivitas dan menggerakkan ekonomi. Namun, manfaat tersebut jangan sampai dibayar dengan nyawa masyarakat. Pemerintah tidak cukup hanya mengimbau pengendara agar berhati-hati,” tegas Bang Dhin.
Ia meminta Dinas PUPR dan Dinas Perhubungan Kalsel bersama kepolisian segera memetakan titik rawan kecelakaan serta memasang rambu, marka reflektif, penerangan, pagar pengaman, pita penggaduh, dan pembatas kecepatan. Kondisi tikungan tajam, tanjakan, turunan, permukaan jalan, serta kesiapan layanan darurat juga harus dievaluasi.
“Jangan menunggu korban berikutnya. Harus ada tindakan cepat, anggaran yang jelas, dan perbaikan permanen. Keselamatan masyarakat wajib menjadi prioritas utama,” ujarnya.
Bang Dhin turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan mendoakan para korban luka segera pulih.
Untuk diketahui Berdasarkan Informasi bahwa kecelakaan Lima korban di antaranya merupakan mahasiswa yang sedang menjalankan program Kuliah Kerja Nyata (KKN), sedangkan dua korban lainnya merupakan pengendara mobil tangki dan mobil Mobil Pik Up.
Sementara itu, kecelakaan terjadi pada Sabtu (1/8/2026) sekitar pukul 11.30 WITA di Jalan Alternatif Batulicin–Banjarbaru, Desa Gunung Raya, Kecamatan Mantewe, Kabupaten Tanah Bumbu.
Peristiwa bermula ketika sebuah mobil tangki yang melaju dari arah Banjarbaru menuju Batulicin diduga mengalami hilang kendali hingga masuk ke jalur berlawanan. Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan melaju sebuah mobil pikap sehingga tabrakan keras tidak dapat dihindari.
Berdasarkan keterangan Kapolsek Mantewe, Kronologi Kejadian, Pada hari Sabtu tanggal 01 Agustus 2026 sekitar jam 11.30 wita Jl. Alternatif Btl-Bjb Desa Gunung Raya Kec. Mantewe Kab. Tanah Bumbu, Telah terjadi laka lantas yang melibatkan 2 (Dua) buah mobil. Yang berawal mobil tangki berasal dari arah Bjb menuju arah Btl mengalami hilang kendali , sehingga masuk jalur kanan dan kemudian dari arah berlawan terdapat mobil pik up sehingga tabrakan pun tidak dapat di hindari.












