Supir Truk Tangki Yang Tewas di Kecelakaan Maut di Mantewe Ternyata Bukan Driver Resmi Perusahan

Truk tangki BBM yang dikemudikan Ilyas yang terlibat kecelakaan dengan pikap pengangkut mahasiswa KKN di Jalan Alternatif Batulicin–Banjarbaru, Sabtu (1/8/2026). Foto: Ist.

TANAH BUMBU – Fakta Baru terungkap dalam kecelakaan maut yang melibatkan truk tangki BBM dan mobil pikap yang membawa rombongan mahasiswa Kelompok Kerja Nyata (KKN) di jalan Alternatif Batulicin-Banjarbaru di Kecamatan Mantewe, Kabupaten Tanah Bumbu.

Pengemudi truk tangki yang tewas dalam insiden tersebut, M Ilyas, ternyata bukan supir resmi yang di tugaskan oleh perusahan. Ia merupakan anak dari pengemudi resmi PT Kharisma Kaisar Batulicin, Rahmadi.

General Manager PT Kharisma Kaisar Batulicin, Muhammad Faizal, mengatakan pihak perusahan baru mengetahui armada operasionalnya dikemudikan oleh Ilyas setelah kecelakaan terjadi.

Menurut Faizal, sejak awal penugasan pengiriman BBM telah dilakukan sesuai prosedur operasional perusahaan. Rahmadi ditunjuk sebagai pengemudi resmi dan bahkan melakukan sendiri proses pengisian bahan bakar sebelum keberangkatan.

“Memang bila mengirim, sopir saya Rahmadi memang berdua dengan anaknya. Saat proses pengisian bahan bakar solar pun awalnya dilakukan oleh sopir resmi perusahaan, Rahmadi, yang merupakan ayah dari Ilyas. Saya CCTV ada lengkap, bahwa pak Rahmadi yang mengisi,” ujar Faizal saat dihubungi wartawan melalui sambungan telepon WhatsApp, Rabu (5/8/2026).

Namun, berdasarkan keterangan Rahmadi kepada pihak perusahan, terjadi pergantian pengemudi secara mendadak lantaran dirinya mengalami sakit gigi parah setelah setelah membersihkan diri dan beribadah dirumah.

Melihat kondisi tersebut, Ilyas yang juga berprofesi sebagai pengemudi kemudian menawarkan diri mengantikan sang ayah untk mengantarkan muatan BBM hingga ke lokasi tujuan.

” Namun Ilyas itu bilang, biar saya aja bah yang berangkat, tidak apa-apa saya pelan-pelan sesampai-sampainya saja. Gitu ceritanya,” jelas Faizal menirukan ucapan Rahmadi.

Faizal mengungkapan, Ilyas bukan orang asing dalam pengirim BBM. Selama ini ia kerap mendampingi ayahnya dan sudah terbiasa mengemudi armada perusahan tempat ia bekerja.

Meski demikian, pihak perusahan menegaskan bahwa perubahan pengemudi tersebut berlangsung di luar pengetahuan menajemen.

“Kami menegaskan penunjukan awal pengiriman BBM sudah sesuai prosedur, sebelum akhirnya terjadi perubahan pengemudi diluar pengetahuan menajemen,” ujarnya.

Kecelakaan yang terjadi pada Sabtu (1/8/2026) siang itu mengakibatkan tujuh orang meninggal dunia, termasuk M. Ilyas.

Lima korban merupakan mahasiswa aktif,
yakni Abdi Cahya Girsang dan Muhammad Ramadhani dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM), serta Nafa Izzatu Jannah, Nur’aini Salsabila, dan Veri Andi Saputra dari Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan (UNUKASE). Veri Andi Saputra diketahui menjadi pengemudi mobil pikap saat kecelakaan terjadi

Satu korban lainnya adalah tegar Mangku Alamsyah, anggota Karang Taruna Desa Batulicin Irigasi.

Sementara itu, M. Fahrizal Hasbi, mahasiswa U LM yang satu-satunya korban selamat, yang mengalami luka berat dan masih menjalani perawatan medis. Kondisinya di laporan terus membaik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *