BATULICIN – Musim kemarau panjang yang melanda Tanah Bumbu membuat Dinas Pendidikan (Disdik) setempat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala Dinas Pendidikan Tanah Bumbu, Amiluddin, meminta seluruh kepala sekolah bersama jajarannya tidak menganggap sepele kondisi lingkungan sekolah yang dipenuhi rumput kering maupun sampah.
Imbauan itu disampaikan Amiluddin kepada wartawan di kantin belakang Kantor Disdik Tanah Bumbu, Selasa (1/9/2026).
“Saya mengimbau kepada insan pendidikan, khususnya kepada kepala sekolah dan jajarannya di masing-masing satuan pendidikan, agar membersihkan rumput-rumput ilalang yang sudah mengering serta sampah lainnya yang ada di sekitar sekolah,” tegas Amiluddin.
Menurutnya, kemarau yang berlangsung cukup panjang dapat menimbulkan berbagai dampak, salah satunya meningkatkan potensi terjadinya karhutla.
Terlebih, rumput dan sampah yang dalam kondisi kering sangat mudah terbakar. Jika titik api muncul di sekitar lingkungan sekolah, bukan tidak mungkin api dapat merembet dan mengancam bangunan sekolah.
” Dampaknya terlalu banyak, seperti kebakaran hutan dan lahan yang bisa menyebabkan titik api membakar apa pun, termasuk gedung sekolah,” jelasnya.
Karena itu, Amiluddin meminta langkah pencegahan dilakukan sejak dini. Ia menekankan pentingnya setiap sekolah memastikan lingkungan di sekitar bangunan sekolah bersih dari material yang mudah terbakar.
“Jadi saya mohon agar rumput-rumput kering atau sampah yang berserakan agar dibersihkan. Ini agar gedung-gedung sekolah kita tidak mudah terdampak karhutla bila terjadi di dekat lingkungan sekolah kita,” katanya.
Ia berharap imbauan tersebut segera dilaksanakan oleh seluruh satuan pendidikan sebagai bentuk antisipasi menghadapi ancaman karhutla selama kemarau panjang.
” Demikian saya sampaikan agar dilakukan. Semoga kita semua dijauhkan dari bala bencana dampak dari kemarau panjang ini,” pungkas Amiluddin.












