Dapat Nilai 100, Bocah SD di Tanah Bumbu Tinggal Bersama Ayah di Rumah Yang Dilewati Titian Kayu Rapuh

Rafania Syazfa (8), siswi kelas 2 SDN Kampung Baru 10 di Desa Sejahtera. Sepulang sekolah, ia langsung memberi tahu ayahnya, Arsyad (47), bahwa dirinya mendapat nilai sempurna, 100, untuk pelajaran Bahasa Indonesia.Foto: Ist.

TANAH BUMBU – Senyum bangga terpancar dari wajah Rafania Syazfa (8), siswi kelas 2 SDN Kampung Baru 10 di Desa Sejahtera. Sepulang sekolah, ia langsung memberi tahu ayahnya, Arsyad (47), bahwa dirinya mendapat nilai sempurna, 100, untuk pelajaran Bahasa Indonesia.

Rafania bahkan membuka buku pelajarannya dan memperlihatkan hasil tersebut kepada sang ayah. Momen sederhana itu terlihat ketika Lurah Tungkaran Pangeran, Akhmad Syarif, bersama Ketua RT 18 M. Yahya Assegaf dan Ketua RT 20 dan awak media mendatangi rumah mereka, Rabu (9/9/2026).

Arsyad sangat menyayangi putrinya. Ia mengatakan, terkadang dirinya membawa Rafania ke tempat kerja setelah anaknya pulang sekolah, kemudian menjemputnya kembali.

Rumah Arsyad berada di sebuah gang kecil jalan tembus di wilayah Tungkaran Pangeran, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu. Kedatangan lurah bersama ketua RT 18 tersebut untuk melihat langsung kondisi tempat tinggal Arsyad sekaligus akses jalan tembus yang setiap hari dilalui Rafania saat berangkat dan pulang sekolah.

Lurah dan ketua RT di Tungkaran Pangeran.

Jalan tembus tersebut berupa titian berbahan kayu dengan lebar sekitar satu meter dan panjang kurang lebih 40 meter. Kondisinya kini cukup memprihatinkan. Sejumlah bagian kayu terlihat berlubang sehingga dikhawatirkan membahayakan yang melintas.

Rafania diketahui hanya tinggal bersama ayahnya setelah kedua orang tuanya bercerai. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Arsyad bekerja sebagai buruh harian lepas atau melakukan pekerjaan serabutan.

Lurah Tungkaran Pangeran, Akhmad Syarif, mengatakan pihaknya sengaja melihat langsung kondisi titian sekaligus menemui Arsyad yang tercatat sebagai warga kurang mampu.

“Kita ke sini bersama RT untuk melihat kondisi jalan tembus yang sudah berlubang. Jalan ini selalu dilalui anak Bapak Arsyad. Rencananya akan kita usulkan agar jalan ini diperbaiki sehingga layak dilalui,” jelas Akhmad Syarif.

Menurutnya, kondisi jalan tersebut perlu mendapat perhatian agar warga, khususnya anak-anak yang melintas, dapat menggunakan akses tersebut dengan lebih aman.

Sementara itu, Ketua RT 18 Tungkaran Pangeran, M. Yahya Assegaf, mengatakan kondisi jalan tembus dengan lebar sekitar satu meter tersebut cukup memprihatinkan.

Ketua RT 18 Tungkaran Pangeran, M. Yahya Assegaf.

Ia juga menyebut Arsyad kini tinggal berdua bersama putrinya di rumah bekas orang tuanya yang berada di bagian belakang. Kondisi rumah tersebut juga sederhana, dengan bagian dinding yang masih menggunakan kayu.

” Semoga jalan tembus ini bisa diperbaiki secepatnya. Akan kita usulkan karena beliau juga tercatat sebagai warga tidak mampu,” tutup M.Yahya Assegaf.[jo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *