Pelajar 16 Tahun Tenggelam di Danau Biji Besi Tanah Bumbu, Ditemukan Pukul 21.38 Wita

Korban saat dilakukan evakuasi oleh tim.

TANAH BUMBU – Seorang pelajar bernama Davina Dwi Nanda (16), warga Jalan Transmigrasi Km 37, Desa Bulu Rejo, Kecamatan Mantewe, Kabupaten Tanah Bumbu, diduga tenggelam di Danau Biji Besi, RT 07, Desa Bulu Rejo, Senin (21/9/2026).

Korban diketahui mandi di danau tersebut bersama  temannya. Sekitar pukul 17.30 Wita, korban dilaporkan hilang dari permukaan air.

Kabul, salah satu anggota tim relawan, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan, korban saat itu bersama tiga temannya mandi di Danau Biji Besi.

“Menurut informasi, korban perempuan bernama Davina Dwi Nanda (16), yang berdasarkan data dalam Kartu Keluarga (KK) tercatat sebagai pelajar. Korban bersama tiga temannya mandi di danau tersebut. Sekitar pukul 17.30 Wita, korban dinyatakan hilang dari permukaan air,”  ujar Kabul.

Mendapat informasi tersebut, petugas bersama relawan dan warga langsung melakukan pencarian di sekitar lokasi.

Kapolsek Mantewe Iptu Kusnin juga membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan korban berhasil ditemukan pada pukul 21.35 Wita.

“Iya benar ada yang tenggelam. Korban sudah ditemukan sekitar pukul 21.35 Wita dengan menggunakan pancing milik masyarakat,” ujar Iptu Kusnin.

Para warga membantu dengan pancing saat menemukan korban.

Sementara itu, Kepala Satpol-PP dan Damkar Tanah Bumbu, Syaikul Ansyari, juga membenarkan bahwa korban telah ditemukan dalam kondisi meninggal.

Menurut Syaikul, korban ditemukan sekitar pukul 21.38 Wita oleh masyarakat bersama tim gabungan Polsek Mantewe dan Damkar.

“Untuk korban tenggelam di daerah Bulu Rejo, Mantewe sudah ditemukan pukul 21.38 Wita. Yang menemukan pihak masyarakat dan tim gabungan Polsek Mantewe serta Damkar,” ujar Syaikul.

Ia menjelaskan, proses pencarian dilakukan menggunakan metode pancingan dengan melempar mata pancing ke titik yang menjadi lokasi terakhir korban diduga tenggelam.

“Metodenya menggunakan pancingan, dengan melempar pancing ke titik lokasi terakhir indikasi korban tenggelam,” tutup Syaikul.[jon

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *