Hari Apoteker Sedunia, Ukas Dorong Masyarakat Jadikan Apoteker Sebagai Rujukan Utama Penggunaan Obat

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kotabaru, Muhammad Ukas. Foto: Ist.

KOTABARU, GK – Peringatan Hari Apoteker Sedunia menjadi momentum untuk kembali mengingatkan masyarakat bahwa penggunaan obat tidak boleh dilakukan sembarangan. Di balik setiap obat yang dikonsumsi, ada peran penting apoteker dalam memastikan obat tersebut digunakan secara tepat dan aman.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kotabaru, Muhammad Ukas, mengatakan masyarakat perlu melihat apoteker bukan sekadar sebagai petugas yang menyerahkan obat, tetapi sebagai tenaga profesional yang memiliki tanggung jawab terhadap keselamatan pasien.

“Menurut saya, apoteker adalah benteng terakhir keselamatan pasien. Apoteker bukan penjual obat, melainkan tenaga profesional yang memastikan obat digunakan secara aman, tepat, dan rasional,” kata Ukas.

Menurutnya, tantangan dunia kefarmasian saat ini semakin kompleks. Kemudahan masyarakat mendapatkan berbagai jenis obat melalui internet, termasuk adanya peredaran obat ilegal dan penjualan obat keras secara bebas, membuat edukasi tentang penggunaan obat menjadi semakin penting.

Dalam kondisi tersebut, keberadaan apoteker dinilai memiliki posisi strategis untuk memberikan informasi sekaligus memastikan masyarakat tidak salah dalam menggunakan obat.

Ukas juga mengakui masih ada sebagian masyarakat yang lebih memilih membeli obat di warung ketika mengalami keluhan kesehatan. Menurutnya, kebiasaan tersebut tidak cukup diatasi hanya dengan memberikan larangan.

“Kita harus mengembalikan kepercayaan masyarakat dengan pelayanan yang profesional dan hadir dekat dengan mereka. Jangan hanya melarang, tetapi berikan pemahaman bahwa berkonsultasi dengan apoteker adalah bagian dari menjaga keselamatan diri dan keluarga,”ujarnya.

Ia berharap pelayanan kefarmasian di Kabupaten Kotabaru ke depan semakin berkembang dan mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

“Harapan saya sederhana namun kuat: pelayanan kefarmasian di Kotabaru harus naik kelas. Apoteker harus lebih dikenal sebagai konsultan dan penjaga keselamatan pasien, bukan sekadar orang yang menyerahkan obat,” jelasnya.

Ukas menambahkan, peningkatan kualitas pelayanan juga harus diiringi dengan komitmen para apoteker untuk terus menjaga kompetensi dan integritas profesinya.

” Saya berpesan kepada seluruh apoteker Kotabaru, jaga kompetensi, jaga integritas, dan jaga kepercayaan masyarakat. Mari kita angkat marwah profesi ini. Karena pada akhirnya, yang kita jaga bukan hanya obat, tetapi keselamatan dan kualitas hidup manusia,” pungkasnya.

Ia berharap ke depan masyarakat Kotabaru semakin memahami pentingnya berkonsultasi dengan apoteker sebelum menggunakan obat.

” Harapan saya, jika masyarakat Kotabaru membutuhkan obat, yang pertama dicari adalah apoteker, bukan warung atau internet,” tutup Ukas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *