BANJARBARU, GK – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Republik Indonesia, Dody Hanggodo, melakukan peninjauan progres dan kesiapan pembangunan fisik Sekolah Rakyat di Kota Banjarbaru. Kunjungan tersebut dilakukan setelah Menteri PU meninjau kondisi banjir di Desa Keramat, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.
Peninjauan ini dilakukan guna memastikan pembangunan Sekolah Rakyat berjalan sesuai rencana dan siap diluncurkan dalam waktu dekat. Bahkan, Presiden Republik Indonesia Probowo Subianto dijadwalkan akan hadir langsung dalam agenda launching pembangunan Sekolah Rakyat di Kalimantan Selatan.
Dalam kunjungan kerja tersebut, Menteri PU didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Muhammad Syarifuddin, Kepala BWS Kalimantan III, Kepala BPJN Kalimantan Selatan, Kepala Balai Jasa Konstruksi, Kepala Balai Rawa, Kepala BPPW Kalimantan Selatan, Kepala Dinas PUPR Kalsel M. Yasin Toyib, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kalsel, serta jajaran terkait lainnya.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari program strategis pemerintah pusat untuk meningkatkan akses pendidikan
Dody menegaskan, pembangunan fisik harus rampung tepat waktu agar dapat digunakan pada tahun ajaran baru 2026.
“Hari ini kami meninjau persiapan launching pembangunan Sekolah Rakyat di Banjarbaru. Saat peresmian nanti, secara nasional sudah ada 166 Sekolah Rakyat yang beroperasi,”kata Dody, Jumat. (9/1/2026).
Dody menjelaskan, Sekolah Rakyat di Banjarbaru dibangun di atas lahan seluas 9,8 hektare dan merupakan pembangunan baru. Selain Banjarbaru, Kalimantan Selatan juga akan memiliki Sekolah Rakyat di Kabupaten Barito Kuala dan Kabupaten Tanah Bumbu.
“Sekolah Rakyat ini dirancang dengan kapasitas hingga 3.000 murid dan menggunakan konsep boarding school. Seluruh kebutuhan siswa kami siapkan,”jelas Dody.
Menurut Ia, Kementrian PU bertanggung jawab penuh terhadap penyelesaian pembangunan fisik, mulai dari ruang kelas, lapangan olahraga, asrama, hingga fasilitas penunjang seperti ruang makan.
Targetnya wajib selesai akhir Juni. Karana Juli 2026 sudah memasuki tahun ajaran baru. Jadi pada 30 Juni semua harus tuntas. Secara nasional ada 104 Sekolah Rakyat yang harus rampung pada waktu tersebut,”tegas Dody.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Muhammad Syarifuddin menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan pemerintah pusat terhadap pembangunan Sekolah Rakyat di daerahnya.
“Terima kasih, di Kalimantan Selatan direncanakan akan dibangun tiga Sekolah Rakyat, yakni di Banjarbaru, Tanah Bumbu dan Berita Kuala,”ujarnya dikutip MC Kalsel.
Ia juga menyebutkan bahwa Presiden RI dalam waktu dekat direncanakan akan melakukan kunjungan kerja terkait pembangunan Sekolah Rakyat di Banjarbaru.
“Kemungkinan hari Senin ini, Bapak Presiden akan berkunjung dalam rangka pembangunan Sekolah Rakyat di Banjarbaru,” katanya.
Lebih lanjut, Syarifuddin menjelaskan bahwa terdapat tiga lokasi di bawah naungan Kementerian Sosial, yakni BBPPKS, Sentra Budiluhur, dan Balai Latihan Kerja (BLK),.yang masih akan dikaji lebih lanjut terkait pengelolaannya.
“Yang pasti, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan siap mendukung dan menyediakan fasilitas sesuai kewenangan yang dimiliki,” tutupnya.[Gun]












