143 Rumah Rusak, Masjid dan Sekolah Pun Tak Luput dari Terjangan Puting Beliung di Kapuas

143 Rumah Rusak, Masjid dan Sekolah Pun Tak Luput dari Terjangan Puting Beliung di Kapuas. Foto. dok. Istimewa.

KAPUAS, GK- Hujan deras disertai angin kencang memicu bencana puting beliung di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, pada Jumat (3/10/2025) sekitar pukul 16.00 WIB. Dua kecamatan terdampak, yakni Dadahup dan Kapuas Murung, dengan kerusakan signifikan pada permukiman warga maupun fasilitas umum.

Data dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kapuas mencatat sebanyak 149 Kepala Keluarga (KK) terdampak, dengan 143 unit rumah rusak serta 17 fasilitas umum mengalami kerusakan. Seorang warga di Desa Suka Reja dilaporkan mengalami luka ringan dan telah mendapatkan perawatan medis.

“Desa Harapan Baru dan Bentuk Jaya menjadi wilayah dengan kerusakan paling parah. Puluhan rumah mengalami kerusakan berat, sedang, hingga ringan,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD Kapuas, Pangeran S. Pandiangan, dalam keterangannya, Sabtu (4/10/2025).

Enam desa yang terdampak langsung adalah Desa Bentuk Jaya, Bina Jaya, Manuntung, dan Harapan Baru di Kecamatan Dadahup, serta Desa Rawa Subur dan Suka Reja di Kecamatan Kapuas Murung.

143 Rumah Rusak, Masjid dan Sekolah Pun Tak Luput dari Terjangan Puting Beliung di Kapuas. Foto. dok. Istimewa.

Rekaman foto dan video yang beredar di media sosial memperlihatkan angin kencang berputar di sepanjang bantaran sungai disertai suara gemuruh. Atap rumah beterbangan, pepohonan tumbang, bahkan di Desa Bentuk Jaya dilaporkan sempat terjadi hujan butiran es.

Selain merusak rumah warga, bencana ini juga melumpuhkan sejumlah fasilitas publik, antara lain balai desa, sekolah, masjid, polindes, gedung serbaguna, hingga bangunan demplot pertanian. Di Desa Bina Jaya, enam fasilitas umum mengalami kerusakan, termasuk sekolah dasar dan masjid.

Sebagai langkah cepat, BPBD Kapuas mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk melakukan kaji cepat dan penanganan darurat. “Prioritas utama tim adalah menyalurkan bantuan logistik dasar serta memastikan akses jalan kembali terbuka,” tambah Pangeran.

Pusdalops-PB juga menjalin koordinasi dengan aparat desa terdampak. Warga bersama perangkat desa melakukan pendataan detail sekaligus membersihkan material pohon tumbang yang menutup akses jalan. Langkah ini penting untuk membuka kembali jalur transportasi menuju desa yang sempat terisolasi.

Hingga Sabtu malam, aliran listrik di sejumlah lokasi masih padam sehingga menyulitkan proses pendataan lanjutan. Meski demikian, distribusi bantuan kebutuhan dasar tetap dilakukan bagi warga terdampak.

Pemerintah Kabupaten Kapuas menegaskan komitmennya mempercepat pemulihan infrastruktur dasar serta terus berkoordinasi dengan pihak terkait dalam penanganan darurat. Proses rehabilitasi diharapkan segera meringankan beban korban sekaligus memulihkan aktivitas masyarakat pascabencana.[red].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *