156 Titik Api Terdeteksi di Kotabaru, BPBD Sebut 90 Persen Berhasil Ditangani

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kotabaru, Hj. Melinda Ratna Agustina. Foto: Ist

KOTABARU, GK – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotabaru terus memperketat penanganan karhutla di tengah puncak musim kemarau. Dari 156 titik api yang terdeteksi pada Juli hingga Agustus 2026, sebanyak 90 persen telah berhasil ditangani oleh satgas gabungan

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kotabaru, Hj. Melinda Ratna Agustina menjelaskan bahwa berdasarkan pemantauan Juli hingga Agustus 2026, terdeteksi 156 titik api di berbagai wilayah. Satgas gabungan berhasil menanggulangi 90 persen titik api, sementara sisanya terkendala akses geografis, terutama di kawasan Pulau Laut Timur yang hanya bisa dijangkau melalui jalur sungai.

“Kondisi medan mangrove menyulitkan mobilitas darat. Tim pemadam harus menempuh jalur sungai sebagai satu-satunya akses,” ujar Kalak BPBD Kotabaru saat dikonfirmasi awak media pada Selasa (8/9/26).

Selain Karhutla, Melinda mengungkapkan bahwa krisis air bersih juga melanda 17 dari 22 kecamatan. Sejak awal Juni hingga September, BPBD Kotabaru telah menyalurkan 165.000 liter atau 33 kali pendistribusian air bersih menggunakan tangki BPBD untuk memenuhi kebutuhan warga.

Tak hanya itu, BPBD juga memastikan seluruh personel, posko siaga, dan sarana prasarana dalam kondisi siap tempur. Penanganan dilakukan dengan strategi terpadu melibatkan TNI dan Polri untuk penegakan hukum serta edukasi, BMKG dan PDAM untuk pemantauan cuaca dan suplai air bersih, relawan Balakar dan BPK untuk pemadaman di pemukiman, serta sektor swasta dalam konsolidasi tanggung jawab sosial perusahaan.

Selain penanganan darurat, BPBD Kotabaru menggalakkan program Desa Tangguh Bencana dan sosialisasi hingga sekolah dan desa. Dan Masyarakat juga diimbau bijak mengolah air bersih serta menjaga kelestarian pohon sebagai investasi keselamatan bersama.

“Fenomena kekeringan dan Karhutla erat kaitannya dengan deforestasi. Setiap individu membutuhkan setidaknya dua pohon besar untuk menjaga oksigen dan air tanah,” tegas Kalak BPBD Kotabaru, Hj Melinda Ratna Agustina.

Yandi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *