KOTABARU, GK – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta kekeringan menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Kotabaru. Menghadapi kondisi tersebut, Pemkab memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak agar penanganan di lapangan dapat dilakukan secara cepat dan terpadu.
Hal itu dibahas dalam rapat koordinasi kedaruratan, Selasa (8/9/26). Pemerintah daerah menilai penanganan Karhutla dan dampak kekeringan membutuhkan keterlibatan seluruh unsur, mulai dari pemerintah,TNI-Polri, dunia usaha hingga masyarakat.
Bupati Kotabaru H. Muhammad Rusli melalui Sekretaris Daerah Kotabaru H. Eka Saprudin mengatakan, upaya penanggulangan tidak dapat dibebankan hanya kepada BPBD. Peran dunia usaha juga diperlukan, khususnya dalam mendukung kebutuhan operasional dan membantu masyarakat yang terdampak.
“Kami berharap komitmen bersama ini dapat membantu mengantisipasi keterbatasan musim kering. Meski sempat turun hujan ringan, kami berharap kondisi cuaca mendukung agar penanganan berjalan tuntas,” ujarnya.
Selain penanganan bencana, aspek kesehatan masyarakat turut menjadi perhatian. Dinas Kesehatan diminta meningkatkan pemantauan terhadap potensi gangguan kesehatan, khususnya bagi anak-anak, lansia, dan petani.
Kabut asap akibat Karhutla berpotensi meningkatkan kasus ISPA, sementara keterbatasan air bersih dapat memicu penyakit kulit. Karena itu, deteksi dini dan pemantauan kondisi masyarakat dinilai penting selama musim kering berlangsung.
Pemkab juga mengingatkan masyarakat dan seluruh pihak untuk memperkuat upaya pencegahan. Penggunaan air bersih diminta dilakukan secara hemat dan diprioritaskan untuk kebutuhan rumah tangga.
Di sisi lain, perusahaan di wilayah Kotabaru diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat yang terdampak kekeringan. Pemerintah juga kembali mengingatkan agar pembukaan lahan tidak dilakukan dengan cara membakar.
Masyarakat diminta meningkatkan meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan titik api, termasuk membuang puntung rokok sembarangan.
Dengan penguatan koordinasi dan dukungan seluruh pihak, Pemkab Kotabaru berharap ancaman Karhutla dan kekeringan dapat ditekan sehingga masyarakat dapat melewati musim kering dalam kondisi aman dan terkendali.












