JAKARTA, GK – Langkah sigap Andi Amran Sulaiman dalam merespons usulan dari Induk Koperasi Pedagang Pasar (Inkoppas) menjadi angin segar bagi penguatan distribusi pangan di pasar rakyat. Respons cepat ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan melalui kolaborasi dengan pelaku distribusi di lapangan.
Dalam pertemuan yang berlangsung di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Mentan Amran menegaskan bahwa pasar rakyat merupakan ujung tombak distribusi pangan nasional. Oleh karena itu, penguatan jaringan distribusi hingga ke level tersebut menjadi langkah strategis yang tidak bisa diabaikan.
Inkoppas melalui Sekretaris Umumnya, Andrian Lamemuhar, mengusulkan agar koperasi pedagang pasar kembali dilibatkan secara langsung dalam mekanisme distribusi dari Perum Bulog. Menurutnya, koperasi memiliki keunggulan dalam menjangkau pedagang sekaligus membantu pembiayaan, sehingga distribusi dapat berjalan lebih cepat dan merata.
Ia menyoroti bahwa skema distribusi langsung ke pengecer kerap menghadapi kendala, terutama terkait keterbatasan modal. Tanpa dukungan pembiayaan, banyak pengecer kesulitan menyerap pasokan, yang pada akhirnya dapat menghambat kelancaran distribusi dan memicu ketidakstabilan harga.
Di sinilah peran koperasi menjadi krusial. Dengan kemampuan menyerap barang dalam jumlah besar dan menyalurkannya kembali secara fleksibel, koperasi dapat menjadi penghubung yang efektif antara pemasok dan pedagang kecil. Selain itu, jaringan koperasi yang luas memungkinkan distribusi menjangkau berbagai daerah dengan lebih efisien.
Menanggapi hal tersebut, Mentan Amran langsung mengambil langkah konkret dengan menghubungi pihak Bulog untuk melakukan penyesuaian kebijakan. Respons ini mendapat apresiasi dari Inkoppas yang menilai adanya komitmen kuat pemerintah dalam mendengar aspirasi pelaku pasar.
Dengan lebih dari 2.000 koperasi yang tersebar di seluruh Indonesia, Inkoppas memiliki potensi besar untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan. Kolaborasi yang erat antara pemerintah dan koperasi diharapkan mampu menciptakan sistem distribusi yang lebih inklusif, efisien, dan berkelanjutan.
Ke depan, sinergi ini menjadi kunci dalam memastikan ketersediaan pangan yang merata serta harga yang tetap terjangkau bagi masyarakat.












