Ratusan Pemudik Gagal Berangkat di Pelabuhan Batulicin, Bupati Turun Langsung ke Pelabuhan Batulicin

Bupati didampingi Ketua DPRD Tanah Bumbu Andrean Atma Maulani, Wakil Ketua I DPRD, anggota DPRD Abdul Rahim dan Kadis Dishub, Dwi Raharjo.

BATULICIN, GK – Sebanyak 269 penumpang mudik Lebaran tujuan Sulawesi gagal berangkat dari Pelabuhan ASDP Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, setelah tiket yang mereka gunakan diketahui tidak terdaftar dalam sistem resmi.

Para penumpang sebelumnya sempat naik ke kapal. Namun, karena terjadi kelebihan kapasitas, mereka kemudian diturunkan oleh petugas. Selain itu, tiket yang dimiliki diketahui dibeli secara manual melalui oknum calo dan tidak tercatat dalam sistem tiket online ASDP.

Salah satu penumpang mengungkapkan kekecewaannya karena harus menunda keberangkatan serta mengeluarkan biaya tambahan selama menunggu kapal berikutnya.

“Kami sudah punya tiket, tetapi malah diturunkan dan diminta menunggu kapal berikutnya. Untuk menunggu ini tentu perlu biaya hidup, padahal uang itu rencananya untuk Lebaran di kampung,”ujarnya.

Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif, turun langsung ke lokasi untuk menemui para penumpang yang tertahan di area pelabuhan, termasuk yang berada di penginapan dan kantor ASDP Batulicin.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati didampingi Ketua DPRD Tanah Bumbu Andrean Atma Maulani, Wakil Ketua I DPRD, anggota DPRD Abdul Rahim, Kapolsek Batulicin IPDA Agus S, serta Dan pos Lanal Batulicin pihak terkait lainnya.

Bupati menyampaikan akan membantu memenuhi kebutuhan dasar para penumpang selama masa penantian kapal.

“Kami akan membantu menyediakan makanan untuk berbuka puasa dan sahur bagi para penumpang yang masih menunggu kedatangan kapal,” kata Andi Rudi Latif.

Sementara itu, General Manager ASDP Batulicin, Ardian, menjelaskan bahwa seluruh penumpang yang berhasil berangkat merupakan mereka yang memiliki tiket resmi yang dibeli melalui sistem online.

Menurutnya, keberadaan oknum calo menjadi penyebab utama banyaknya penumpang yang tertinggal di pelabuhan.

“Penumpang yang berangkat adalah yang memiliki tiket resmi. Sedangkan yang tertinggal ini membeli tiket melalui calo sehingga tidak terdata dalam sistem kami,” jelas Ardian.

Ia menegaskan bahwa pihak ASDP harus mematuhi aturan kapasitas kapal guna menjaga keselamatan pelayaran. Oleh karena itu, hanya penumpang yang sesuai dengan manifest yang diizinkan berangkat.

Meski demikian, ASDP memastikan seluruh penumpang yang tertinggal tetap akan diberangkatkan setelah kapal kembali dari Sulawesi.

Ketua DPRD Tanah Bumbu, Andrean Atma Maulani, menyatakan pihaknya akan mengevaluasi kejadian ini agar tidak terulang di masa mendatang.

“Kami akan menindaklanjuti persoalan tiket ganda ini setelah Lebaran. Ke depan, kami berharap ada penambahan armada serta perbaikan sistem agar kejadian serupa tidak terjadi lagi,”ujarnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu membeli tiket melalui jalur resmi guna menghindari kerugian, terutama pada periode mudik dengan lonjakan penumpang yang tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *