Kementan Tingkatkan Ketahanan Kesehatan Nasional Lewat Program KITA SEHAT

Foto: Ditjen PKH Kementan RI.

JAKARTA, GK – Pemerintah Indonesia bersama Pemerintah Australia mulai mengimplementasikan program KITA SEHAT sebagai upaya memperkuat penerapan pendekatan One Health melalui kerja sama lintas sektor dan lintas disiplin. Program ini dijalankan secara kolaboratif oleh Kementerian Pertanian, Kementerian Kesehatan, dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Seketaris Jendral Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian, Nuryani Zainuddin, mengatakan bahwa pendekatan One Health menjadi strategi penting dalam menghadapi tantangan kesehatan global karena kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan merupakan satu kesatuan yang saling memengaruhi.

Menurut Nuryani, sinergi antarsektor menjadi faktor utama untuk membangun sistem kesehatan yang lebih tangguh dan terintegrasi.

Sebagai tahap awal pelaksanaan program, Nuryani yang juga menjabat sebagai Co-Chair Program Technical Committee (PTC) One Health and Health Security memimpin pertemuan perdana komite tersebut bersama First Secretary Health Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) Kedutaan Australia, Madeleine Scott.

Foto. Istimewa.

Pertemuan tersebut melibatkan berbagai pihak,di antaranya Ditjen PKH Kementerian Pertanian, Kementerian Kesehatan, Bappenas, DFAT, Tim Manajemen Program KITA SEHAT, serta perwakilan dinas yang menangani urusan kesehatan manusia dan kesehatan hewan dari tiga provinsi yang menjadi lokasi percontohan, yakni Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Papua Barat Daya.

Keterlibatan pemerintah Daerah dinilai penting untuk memastikan implementasi program berjalan sesuai kebutuhan dan karakteristik masing-masing wilayah.

Nuryani menjelaskan, forum perdana tersebut dimanfaatkan untuk mengevaluasi perkembangan awal program sekaligus menyusun prioritas kegiatan sepanjang 2026. Selain itu, para peserta juga membahas rekomendasi strategis dalam Annual Work Plan 2026 serta menyepakati mekanisme pelaksanaan program ke depan.

Sejumlah agenda prioritas turut dibahas, antara lain peningkatan kapasitas tenaga kesehatan hewan, penguatan sistem pertukaran data lintas sektor, pengembangan jejaring laboratorium One Health untuk mendukung deteksi dini penyakit zoonosis, serta penguatan Sistem Kesehatan Hewan Nasional melalui optimalisasi peran Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) dan Otoritas Veteriner (OTOVET).

Sementara itu, Direktur Kesehatan Hewan, Hendra Wibawa, menegaskan bahwa pelaksanaan Program KITA SEHAT di tiga daerah percontohan akan disesuaikan dengan kondisi dan tantangan yang dihadapi masing-masing wilayah.

Ia menilai pendekatan yang diterapkan tidak dapat disamaratakan karena setiap daerah memiliki kebutuhan yang berbeda.
Oleh sebab itu, program akan diarahkan pada penguatan sektor yang paling dibutuhkan agar manfaatnya lebih maksimal dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Melalui program KITA SEHAT, pemerintah berharap ketahanan kesehatan Nasional semakin kuat melalui integrasi sektor kesehatan manusia dan kesehatan hewan. Upaya ini dinilai penting untuk menghadapi ancaman penyakit zoonosis, perubahan iklim, dan berbagai tantangan kesehatan lintas batas yang semakin kompleks.

Kerjasama Indonesia dan Australia juga diharapakan dapat meningkatkan kapasitas daerah, memperkuat sistem deteksi dan respon penyakit, serta membangun koordinasi yang lebih solid antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mewujudkan sistem kesehatan yang berkelanjutan.

Sumber: Diolah dari unggahan Akun resmi Ditjen PKH Kementan RI.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *