BATULICIN, GK – Kantor Keyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) kelas II Kotabaru-Batulicin tengah mendalami insiden kecelakaan laut yang menimpa kapal nelayan KM Kurnia Mega Harapan 14 GT di perairan Labuan Mas, Kabupaten Kotabaru.
Peristiwa yang terjadi pada Selasa (16/6/2026) sekitar pukul 09.00 Wita tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia, satu orang lainnya masih dalam pencarian, sementara lima kru kapal berhasil diselamatkan.
Pelaksana Tugas Kasi Keselamatan Berlayar, Penjagaan dan Patroli KSOP kelas II Kotabaru-Batulicin, Muhammad Yusuf, mengatakan pihaknya segera melakukan penelusuran dan pengumpulan Informasi setalah menerima laporan kejadian.
Yusuf juga meluruskan informasi yang sempat beredar terkait identitas kapal. Menurutnya, nama kapal yang mengalami kecelakaan adalah KM Kurnia Mega Harapan, bukan Mega Harapan seperti yang sebelumnya disebutkan.
KSOP juga belum dapat memastikan identitas kapal lain yang diduga terlibat dalam tabrakan tersebut. Meski muncul dugaan bahwa kapal penabrak merupakan armada milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni), hingga kini belum ada bukti yang menguatkan dugaan tersebut.

Berdasarkan keterangan dari saksi, kapal yang diduga terlibat hanya terlihat sebagai kapal besi dengan dominasi warna biru putih, tanpa identitas yang dapat dikenali.
Sebagai tindaklanjuti, KSOP telah berkoordinasi dengan keluarga korban dan akan menelusuri rekam jejak kapal-kapal yang melintas di sekitar lokasi kejadian pada waktu insiden berlangsung.
Penyelidikan difokuskan pada jalur pelayaran yang ramai dilintasi kapal dari laut Jawa menuju Balikpapan dan Samarinda. KSOP berharap identitas kapal yang diduga terlibat dapat segera diketahui sehingga penyebab pasti kecelakaan dapat terungkap.












