BATULICIN – PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Batulicin mulai menyiapkan langkah pengembangan layanan penyeberangan jarak jauh antarpulau dan antarprovinsi. Sejumlah rute potensial telah dipetakan, termasuk Batulicin-Balikpapan, Batulicin-Lombok hingga Batulicin-Surabaya.
General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Batulicin Tanah Bumbu, Adolf Dwidahana, mengatakan rencana pengembangan tersebut telah dipersiapkan sebagai bagian dari skema jangka panjang perusahaan.
Menurut Adolf, selain beberapa lintasan tersebut, pihaknya juga melihat peluang pengembangan layanan penyeberangan dari Banjarmasin menuju Semarang serta potensi pelayanan melalui alur Sungai Barito.
“Kami sudah menyiapkan skema jangka panjang untuk lintasan jauh, seperti Batulicin-Balikpapan, Batulicin-Lombok, Batulicin-Surabaya, atau Banjarmasin-Semarang,”kata Adolf, Kamis (1/10/2026).

Ia mengungkapkan, rencana tersebut tidak sebatas wacana. ASDP Batulicin telah melakukan pemetaan dan menyusun kajian sebagai dasar untuk pengembangan lintasan baru. Kajian tersebut selanjutnya akan diajukan kepada Kementerian Perhubungan.
“Kami sudah petakan dan kajian-kajiannya sudah kami susun, siap kami ajukan ke Kementerian Perhubungan,” ujarnya.
Untuk menunjang lintasan jarak jauh, ASDP juga berencana menyiapkan armada dengan spesifikasi yang berbeda dari kapal yang melayani lintasan pendek. Kapal berukuran lebih besar dan tertutup akan dipersiapkan untuk mendukung pelayanan tersebut.
“Armadanya akan kami ganti, yang besar dan tertutup,” tutur Adolf.
Pengembangan layanan ini juga menjadi bagian dari kesiapan ASDP menghadapi perubahan pola transportasi di kawasan Tanah Bumbu dan Kotabaru. Terlebih, Jembatan Pulau Laut yang menghubungkan kedua wilayah tersebut diperkirakan selesai pada 2028.
Meski nantinya jembatan tersebut telah beroperasi, ASDP Batulicin memastikan keberadaan layanan penyeberangan tetap memiliki peran, khususnya apabila terdapat pembatasan beban muatan atau kendaraan berukuran besar yang melintas di jembatan.
Adolf menegaskan, pelayanan kapal ferry dari Pelabuhan Batulicin menuju Pelabuhan Tanjung Serdang akan tetap disiapkan apabila kondisi tersebut terjadi.
“Jika nantinya ada pembatasan beban muatan dan armada besar yang diberlakukan di Jembatan Pulau Laut, pelayanan penyeberangan dari Pelabuhan Ferry Batulicin menuju Pelabuhan Ferry Tanjung Serdang akan terus beroperasi,” jelasnya.
Dengan persiapan lintasan baru, ASDP Batulicin tidak hanya mempertahankan layanan penyeberangan yang sudah berjalan, tetapi juga mulai membidik konektivitas antardaerah dalam jangkauan yang lebih luas.[jon












