KOTABARU, GK – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Selatan mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir pesisir (rob) yang diperkirakan akan melanda wilayah pesisir Kalimantan Selatan dalam beberapa hari mendatang.
Hal itu di sampaikan Kepala Stasiun Meteorologi Gusti Syamsir Alam Kotabaru, Erik Handono dalam rilisnya, Minggu (19/10/2025).
Erik menjelaskan, bahwa fenomena ini dipicu oleh fase bulan purnama yang jatuh pada 21 Oktober 2025, yang secara signifikan dapat meningkatkan ketinggian pasang air laut maksimum.
“Berdasarkan hasil pemantauan data ketinggian air laut dan prediksi pasang surut, potensi banjir pesisir cukup tinggi di wilayah Kalimantan Selatan. Kami mengimbau masyarakat yang tinggal di pesisir untuk tetap waspada dan mengambil langkah antisipatif terhadap dampak pasang maksimum,” ujar Erik.
BMKG memprediksi bahwa pasang maksimum akan terjadi pada 21-28 Oktober 2025, khususnya pada rentang waktu pukul 18.00 hingga 22.00 WITA, dengan ketinggian air laut diperkirakan mencapai 2,9 meter.
Wilayah yang berpotensi terdampa yaitu, Pesisir Perairan Kotabaru dan Pesisir Tanah Bumbu.
Informasi pasang surut ini bersumber dari Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL (PUSHIDROSAL).
Fenomena banjir pesisir diperkirakan dapat mengganggu berbagai aktivitas di wilayah pesisir, antaranya, k kegiatan bongkar muat di pelabuhan, Aktivitas pemukiman warga di pesisir, Operasional perikanan darat dan tambak.
BMKG mengimbau agar masyarakat, khususnya yang tinggal dan beraktivitas di sekitar pesisir, terus memantau informasi cuaca dan kondisi laut, serta menghindari aktivitas berisiko selama periode pasang maksimum berlangsung.
Yandi












