KOTABARU, GK – Perum Bulog Kantor Cabang Kotabaru, Kalsel, telah berhasil menyerap 1.900 ton beras dalam tiga bulan terakhir sebagai respons atas penugasan pemerintah untuk menstabilkan harga gabah petani sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP).
Kepala Kantor Cabang Bulog Kotabaru, Aditya Dwi Hanggara, menyatakan bahwa penyerapan gabah dilakukan dengan harga Rp6.500 per kilogram untuk Gabah Kering Panen (GKP) agar harga di tingkat petani tidak jatuh.
“Kami menyerap gabah dengan harga Rp6.500 per kilogram untuk Gabah Kering Panen (GKP), agar harga di tingkat petani tidak jatuh. Bulog selalu siap turun ke lapangan setiap ada panen melalui skema jemput bola,” ujar Aditya saat dikonfirmasi pada Kamis (3/7/2025).
Aditya menjelaskan bahwa penyerapan ini dilakukan tidak hanya di wilayah Kabupaten Kotabaru, tapi juga mencakup Kabupaten Tanah Bumbu, dengan stok gabah dan beras saat ini mencapai 2.079 ton, cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat hingga 8-10 bulan ke depan. Bulog juga menyiapkan diri menjalankan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk menjaga harga beras di tingkat konsumen tetap terjangkau.
“Kami masih menunggu arahan resmi pemerintah untuk realisasi SPHP. Tapi secara kesiapan, Bulog sepenuhnya siap bergerak,” tambahnya.
Selain itu, Bulog Kotabaru juga akan terlibat dalam program Bantuan Pangan Nasional berupa beras 10 kilogram per rumah tangga, yang saat ini menunggu data resmi dari Kementerian Sosial.
Dalam pelaksanaannya, Aditya mengakui adanya beberapa tantangan, terutama pada aspek operasional dan ketersediaan mitra penggilingan. Namun berkat sinergi yang kuat dengan Dinas Ketahanan Pangan, PPL, petani, serta dukungan dari TNI-Polri, penyerapan dapat dilakukan terjadwal dan terkendali.
“Kami atur jadwal penyerapan dan pengolahan agar tak menumpuk di mitra. Semua dijalankan dengan mekanisme terstruktur,” kata Aditya.
Ia menegaskan komitmennya dalam mendukung penuh program swasembada pangan nasional, sejalan dengan visi Presiden RI, dan berharap bahwa program pangan nasional ini dapat membawa kesejahteraan nyata bagi petani dan ketenangan bagi masyarakat. [Yandi].












