TANAH BUMBU, GK – Suasana Duka menyelimuti Desa Batulicin Irigasi, Kecamatan Karang Bintang, Kabupaten Tanah Bumbu, setelah kecelakaan lalu lintas merenggut nyawa lima mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN). Musibah tersebut tidak hanya meninggalkan luka bagi keluarga korban, tetapi juga masyarakat desa yang selama ini menjadi lokasi pengabdian para mahasiswa.
Camat Karang Bintang, Irwan, menyampaikan belasungkawa yang sedalam dalamnya kepada seluruh keluarga korban atas peristiwa tragis tersebut. Ia mengatakan atas nama pemerintah kabupaten tanah bumbu kecamatan karang bintang turut berduka cita atas wafatnya para mahasiswa yang sedang menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat.
“Kami pemerintah Kecamatan Karang Bintang mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya mahasiswa KKN yang bertugas di Desa Batulicin Irigasi,” kata Irwan, Selasa (4/8/2026).
Menurut Irwan, pasca kecelakaan, seluruh mahasiswa yang masih menjalankan program KKN di Desa Batulicin Irigasi telah ditarik oleh pihak kampus dan dipulangkan. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk respons atas musibah yang menimpa rekan-rekan mereka.
Irwan mengaku tidak berada di lokasi saat kejadian. Ketika kecelakaan berlangsung dan kemudian menerima kabar bahwa rombongan mahasiswa KKN mengalami kecelakaan lalu lintas yang berakibat fatal.
Peristiwa naas itu terjadi sekitar pukul 11.00 WITA di Desa Gunung Raya, Kecamatan Mantewe. Mobil pikap yang mengangkut mahasiswa KKN bertabrakan dengan sebuah truk tangki BBM. Benturan keras menyebabkan bagian kabin kedua kendaraan mengalami kerusakan parah.
Korban meninggal dunia
terdiri atas dua mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM), yakni Abdi Cahya Girsang dan Muhammad Ramadhani. Sementara tiga mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Kalimantan Selatan yang turut menjadi korban adalah Nafa Izzatu Jannah, Nur’aini Salsabila, serta Veri Andi Saputra yang saat kejadian dalam mobil pikap.
Selain mahasiswa, kecelakaan tersebut juga merenggut nyawa Tegar Mangku Alamsyah, anggota Karang Taruna Desa Batulicin Irigasi, serta M. Ilyas, sopir truk tangki BBM.
Sementara itu, satu mahasiswa ULM, M. Fahrizal Hasbi, berhasil selamat meski mengalami luka berat. Setelah mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit Marina Permata Batulicin, korban kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Ulin Banjarmasin untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Musibah ini menjadi duka mendalam bagi dunia pendidikan, pemerintah daerah, dan masyarakat Tanah Bumbu. Kepergian para mahasiswa yang tengah mengabdi melalui program KKN menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan dalam setiap aktivitas di lapangan.[












