Cuaca Masih Ekstrem, TNI AL Kotabaru Imbau Nelayan Utamakan Keselamatan

KOTABARU, GK – Cuaca ekstrem disertai gelombang tinggi yang melanda perairan Kotabaru mendapat perhatian serius dari Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Kotabaru, Letkol Laut (P) M. Harun Al Rasyid, S.T., M.Tr.Opsla. Ia mengimbau nelayan dan masyarakat pesisir agar mengutamakan keselamatan dan tidak memaksakan diri melaut saat kondisi cuaca buruk.

Imbauan tersebut disampaikan menyusul meningkatnya risiko kecelakaan laut akibat kondisi alam yang tidak menentu. Danlanal menegaskan bahwa keselamatan jiwa harus menjadi prioritas utama dibandingkan hasil tangkapan.

“Keselamatan jauh lebih penting daripada hasil tangkapan, ujar Letkol Laut (P) M. Harun Al Rasyid, Minggu (14/12/2025).

Selain itu, masyarakat pesisir diminta untuk rutin memantau informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta berkoordinasi dengan instansi terkait, seperti Syahbandar, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Polairud, guna memperoleh informasi kondisi laut maupun bantuan darurat.

Komandan Lanal Kotabaru. Foto: Istimewa.

Sebagai langkah antisipasi, Danlanal Kotabaru juga menyampaikan sejumlah panduan keselamatan bagi nelayan, antara lain memeriksa prakiraan cuaca dan tinggi gelombang melalui situs resmi BMKG, memastikan kapal dalam kondisi laik laut, menyiapkan perlengkapan keselamatan, memastikan alat komunikasi berfungsi, serta menghindari muatan berlebihan.

Di samping aspek keselamatan, Danlanal menekankan pentingnya kepatuhan terhadap aturan pelayaran dan menjaga kelestarian lingkungan laut.

“Jangan menggunakan alat tangkap terlarang, tidak merusak terumbu karang, dan tidak membuang sampah ke laut. Kelestarian laut harus dijaga demi keberlanjutan generasi mendatang,” tegas orang nomor satu khususnya di Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Kotabaru ini.

Dengan imbauan ini, TNI AL berharap nelayan dan masyarakat pesisir Kotabaru dapat lebih waspada dalam menghadapi cuaca ekstrem serta turut menjaga keamanan dan kelestarian perairan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *