KOTABARU – Sebagai upaya membekali Ilmu keterampilan untuk warga binaan yang bermanfaat, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kotabaru membuka pelatihan kemandirian yang difokuskan pada budidaya tanaman hidroponik dan produksi kain sasirangan, Kamis (10/7/2025).
Program ini diikuti oleh 80 warga binaan, yang terbagi dalam dua kelompok, masing-masing 40 orang untuk pelatihan hidroponik dan sasirangan. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kalapas Kotabaru, Doni Handriansyah, dan dihadiri oleh Plt. Kepala Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Kotabaru serta para instruktur dari BLK.
“Pelatihan ini bukan hanya soal keterampilan, tapi juga bekal hidup mandiri setelah bebas nanti,” kata Doni dalam sambutannya.
Kegiatan akan berlangsung selama 12 hari kerja, dari 10 hingga 24 Juli 2025. Materi disampaikan oleh tenaga profesional dari BLK Kotabaru, dimulai dengan teori dasar hingga praktik lapangan.
Program ini mengangkat nilai ekonomi kreatif sekaligus mendukung ketahanan pangan. Kain sasirangan yang merupakan warisan budaya lokal diharapkan menjadi peluang baru bagi warga binaan dalam bidang UMKM.
Salah satu peserta, Slamet, menyampaikan rasa syukurnya atas kesempatan ini.
> “Saya ingin ilmu ini jadi modal hidup saya setelah bebas. Bisa kerja, atau buka usaha sendiri,” ujarnya.
Pelatihan ini sejalan dengan program prioritas nasional dalam menciptakan lapangan kerja berkualitas dan membangun industri kreatif berbasis kearifan lokal.
Melalui pembinaan seperti ini, Lapas Kotabaru berupaya menghadirkan pendekatan yang holistik, tak hanya membina secara mental dan spiritual, tapi juga menyiapkan keterampilan nyata untuk kehidupan mereka nantinya. [Yandi












