KOTABARU, GK – Kabupaten Kotabaru kembali menunjukkan komitmennya dalam percepatan digitalisasi layanan publik. Pada Festival Antasari 2025 yang digelar Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Selatan, Kotabaru berhasil meraih Juara 3 Kategori Pemerintah Daerah dengan Implementasi QRIS Retribusi Terbaik.
Pencapaian ini menjadi bukti nyata keberhasilan daerah dalam menghadirkan inovasi pembayaran retribusi melalui QRIS, yang dinilai mampu meningkatkan transparansi, efisiensi, dan akuntabilitas pengelolaan PAD.
Kabid Pengembangan Bapenda Kotabaru, Eko Syarifani Fahmi, menyampaikan bahwa prestasi ini merupakan hasil kerja bersama seluruh perangkat daerah, serta dukungan dari Bank Indonesia dan TP2DD Kotabaru.
“Penghargaan ini menunjukkan bahwa Kotabaru serius membangun tata kelola keuangan daerah yang modern. QRIS menjadikan pembayaran retribusi lebih cepat, mudah, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya, Jumat (14/11/25).

Eko menambahkan bahwa Kotabaru terus memperluas penerapan QRIS di berbagai titik layanan, mulai dari perizinan, pelayanan usaha, hingga fasilitas umum, agar ekosistem transaksi digital semakin kuat.
Ia juga mengapresiasi peran aktif Bank Indonesia dalam memberikan pendampingan dan asistensi.
“Sinergi dengan BI sangat penting bagi kami untuk merancang strategi digitalisasi yang tepat. Kami berharap kerja sama ini terus berlanjut guna memperluas penerapan pembayaran non-tunai di sektor layanan publik,” tambahnya.
Dengan diraihnya penghargaan ini, Kotabaru semakin memantapkan posisinya sebagai daerah pelopor digitalisasi retribusi di Kalimantan Selatan, sekaligus memperkuat upaya menuju tata kelola keuangan daerah yang lebih modern dan transparan.












