Lapas Kotabaru Perkuat Pengawasan, Gagalkan Penyelundupan Narkoba

KOTABARU, GK – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kotabaru, Doni Hardiansyah, menegaskan komitmen penuh jajarannya dalam menjaga integritas dan memberantas peredaran narkoba serta penggunaan handphone di lingkungan lapas. Dalam beberapa bulan terakhir, berbagai langkah strategis telah dilakukan, mulai dari pengawasan ketat hingga program pembinaan inovatif bagi warga binaan.

Doni mengungkapkan bahwa sejumlah target telah tercapai sesuai arahan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menimipas) Republik Indonesia khususnya terkait lapas bersih dari narkoba dan handphone.

“Alhamdulillah, kami berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkoba ke dalam lapas. Bahkan, Lapas Kotabaru mendapat predikat sebagai salah satu lapas dengan pelaksanaan razia terbanyak di Indonesia,” ujarnya saat dikonfirmasi awak media diruang kerjanya, Senin (13/4/26)

Pengawasan dilakukan berlapis, mulai dari pintu masuk hingga ke dalam blok hunian. Razia rutin, pemeriksaan mendetail, serta sosialisasi kepada warga binaan terus digencarkan untuk memastikan lingkungan lapas tetap steril dari barang terlarang.

Selain penindakan, Lapas Kotabaru juga fokus pada pembinaan karakter dan kemandirian warga binaan. Tahun ini, program pelatihan keterampilan baru digelar bekerja sama dengan Dinas Koperasi, berupa pelatihan kuliner seperti pembuatan roti, donat, dan produk makanan lainnya.

“Kalau sebelumnya kami fokus pada hidroponik dan perikanan, kini kami kembangkan keterampilan boga agar warga binaan memiliki bekal nyata saat kembali ke masyarakat,” jelas Doni.

Doni menekankan bahwa seluruh program pembinaan diarahkan untuk membangun karakter warga binaan agar menjauhi narkoba. Pembinaan kerohanian, kemandirian, hingga rehabilitasi sosial menjadi sarana penting.

“Kami pasang banner besar berisi pesan tegas dari Menteri, agar setiap warga binaan selalu diingatkan untuk tidak mencoba-coba narkoba,” tambahnya.

Sebagai Kalapas, Doni menekankan pentingnya soliditas SDM. “Petugas harus disiplin tanpa harus diawasi. Kalau SDM sudah kompak dan solid, pembinaan terhadap warga binaan akan berjalan lebih baik. Prestasi yang kami raih adalah bukti dari tim yang solid,” tegasnya.

Doni menyampaikan bahwa secara pelaksanaan tugas dan fungsi, Lapas Kotabaru sudah ideal. Namun, tantangan terbesar adalah keterbatasan gedung.

“Kami terus berkomunikasi dengan pemerintah daerah untuk mendapatkan lokasi baru. Harapan kami, Lapas Kotabaru bisa menjadi contoh nasional dalam pembinaan yang humanis sekaligus tegas terhadap narkoba,” pungkasnya.

Yandi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *