Mentan Andi Amran Terima Audiensi Para Bupati, Tegaskan Dukungan Pusat Untuk Penguatan Pertanian Daerah

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menerima audiensi sejumlah kepala daerah guna memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam pembangunan sektor pertanian. Foto: Istimewa.

JAKARTA, GK – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menerima audiensi sejumlah kepala daerah guna memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam pembangunan sektor pertanian.

Pertemuan tersebut menjadi wadah bagi para bupati untuk menyampaikan langsung kondisi lapangan serta kebutuhan strategis pertanian di wilayah masing-masing.
Audiensi yang berlangsung di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Rabu (12/2/2026), dihadiri oleh Bupati Kepulauan Meranti, Tebo, Pangkep, Magelang, dan Nias Utara.

Dalam pertemuan itu, Mentan menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk mendukung daerah yang serius dan siap bekerja dalam meningkatkan produksi pertanian.

Mentan Amran menyampaikan bahwa kebijakan anggaran pertanian saat ini diarahkan pada program-program yang berdampak langsung bagi petani dan masyarakat.

Fokus tersebut meliputi cetak sawah baru, optimalisasi lahan, pompanisasi, perbaikan irigasi, serta penguatan komoditas strategis seperti pangan, hortikultura, peternakan, dan perkebunan rakyat.

“Anggaran harus tepat sasaran dan dirasakan langsung oleh rakyat. Daerah yang bekerja sungguh-sungguh akan kita dukung penuh,”tegas Mentan Amran.

Para bupati yang hadir menyampaikan apresiasi atas berbagai bantuan dan program Kementerian Pertanian yang telah dirasakan manfaatnya di daerah.

Dukungan berupa alat dan mesin pertanian (alsintan), pupuk, serta program peningkatan produksi dinilai mampu mendorong kenaikan luas tanam, produktivitas, hingga pertumbuhan ekonomi daerah.

Bupati Tebo, Agus Rubiyanto, menyebut bantuan alsintan yang diterima daerahnya berkontribusi signifikan terhadap peningkatan produksi padi.

Pada tahun 2025, produksi beras Kabupaten Tebo tercatat mencapai 19.741 ton atau meningkat sekitar 38 persen dibanding tahun sebelumnya.

“Bantuan hand tractor, traktor roda empat, hingga pompa air sudah kami terima dan manfaatkan. Dampaknya nyata pada peningkatan produksi,” ujar Agus.

Sementara itu, Bupati Pangkep, Muhammad Yusran Lalogau, menilai program pompanisasi dan kelancaran distribusi pupuk berperan besar dalam meningkatkan aktivitas pertanian.

Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Pangkep meningkat dari 5 persen pada 2024 menjadi 7,97 persen pada 2025, dengan sektor industri pengolahan dan pertanian sebagai penyumbang utama.

“Pupuk kini tersedia dengan baik dan pompanisasi sangat membantu petani. Ini memberi dampak langsung pada ekonomi daerah,” ungkap Yusran.

Bupati Magelang, Grengseng Pamuji, menyoroti dukungan pemerintah pusat terhadap pengembangan pertanian terintegrasi yang menggabungkan tanaman pangan,hortikultura, peternakan, dan agrowisata. Ia berharap dukungan lanjutan, khususnya terkait penyediaan bibit pakan ternak.

Dari wilayah kepulauan, Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin, mengusulkan penambahan program cetak sawah, rehabilitasi lahan pertanian, serta normalisasi saluran irigasi guna meningkatkan produktivitas pertanian di daerahnya.

Sementara itu, Bupati Nias Utara, Amizaro Waruwu, meminta dukungan pengembangan budi daya padi serta penguatan komoditas kelapa yang menjadi potensi unggulan di wilayah Kepulauan Nias.

Menanggapi berbagai usulan tersebut, Mentan Amran menegaskan seluruh masukan daerah akan ditindaklanjuti melalui koordinasi teknis dengan jajaran Kementerian Pertanian.

Ia juga meminta kepala daerah untuk terus menjaga komunikasi dan memastikan program yang dijalankan benar-benar menjawab kebutuhan petani.

“Kita bekerja bersama. Pusat dan daerah satu tujuan, memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani,” pungkas Mentan Amran.

Sumber: Ditjen PKH Kemerianan RI.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *