Pemukulan di Bundaran Bulu Rejo yang Sempat Viral Berakhir Damai, ‘Senjata’ Ternyata Hanya Kayu Ukiran

Kedua belah pihak berdamai. Foto: Istimewa.

BATULICIN, GK – Kasus pemukulan di bundaran Bulu Rejo, Kecamatan Mantewe, Kabupaten Tanah Bumbu, yang sempat menghebohkan warganet, akhirnya berakhir damai.

Kejadian itu berawal dari rekaman CCTV yang beredar pada 18 Agustus lalu. Dalam video, terlihat seorang pria yang menggunakan mobil merah yang akhirnya diketahui bernama Sugianto memukul pengendara motor bernama Sukamto. Yang membuat ramai, saat itu Sugianto tampak membawa benda yang diduga menyerupai senjata tajam atau bahkan senjata api.

Namun, hasil penyelidikan Satreskrim Polres Tanah Bumbu membuktikan hal berbeda. Benda yang dibawa ternyata hanyalah kayu ukiran berbentuk belati dengan kumpangnya, bukan senjata berbahaya sebagaimana dikhawatirkan.

“Setelah kami geledah, tidak ditemukan senpi maupun sajam. Yang ada hanya kayu ukiran. Hari ini kedua pihak sudah sepakat berdamai, kami hanya memfasilitasi,” jelas Kasat Reskrim Polres Tanah Bumbu, AKP Muhammad Taufan, Kamis (21/8/2025) di kutip metrokalsel.co.id.

Proses mediasi berlangsung di Polres Tanah Bumbu, dipimpin Kanit Krimum Ipda Agus Jarwo, serta disaksikan Kepala Desa Bulu Rejo, Marco, dan perangkat desa. Dalam suasana kekeluargaan, Sugianto mengakui kekhilafannya karena kelelahan setelah perjalanan dari Banjarmasin, dan menyampaikan permintaan maaf kepada Sukamto.

Vidio rekaman. Foto: Istimewa.

“Saya benar-benar khilaf. Saya minta maaf dan siap bertanggung jawab. Kaca helm yang rusak akan saya ganti,” ujar Sugianto dengan nada menyesal.

Permintaan maaf itu pun diterima dengan lapang dada oleh Sukamto. “Saya ikhlas memaafkan, yang penting jangan terulang lagi. Untuk ganti rugi cukup kaca helm sekitar Rp100 ribu,” katanya.

Dengan tercapainya kesepakatan damai, kasus pemukulan ini tidak berlanjut ke ranah hukum. Kejadian yang sempat viral itu kini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak, emosi sebaiknya dikendalikan, karena sekejap amarah bisa berbuah masalah besar.[JN]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *