Pengelola SPBN Saijaan Klarifikasi Isu Pengurangan Kuota BBM: “Semua Sudah Disosialisasikan, Jangan Sampai Berita Simpang Siur”

KOTABARU, GK – Supian, selaku pengelola Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) Saijaan, memberikan klarifikasi terkait adanya pemberitaan mengenai pengurangan kuota BBM untuk nelayan. Ia menegaskan bahwa informasi yang beredar tidak sepenuhnya akurat karena tidak ada konfirmasi langsung kepada pihak SPBN Saijaan Jl.Raya No.KM 6,7, Stagen, Desa Stagen, Kecamatan Pulau Laut Utara, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan.

“Saya kaget adanya pemberitaan mengenai pengurangan kuota BBM tersebut. Padahal pengumuman pengurangan 100 liter sudah kami sampaikan sebelumnya. Kuota akhir tahun dari AKR pusat memang sudah habis, dan sisa stok hanya 28 tangki untuk November -Desember. Itu harus dibagi agar semua nelayan tetap mendapat jatah hingga akhir tahun,” jelas Supian, Senin (10/11/25).

Supian menambahkan, pengurangan kuota dilakukan semata-mata karena keterbatasan stok. Dari total kuota tahunan sebesar 150 kiloliter (15 tangki), saat ini SPBN melayani sekitar 1.800 nelayan, dengan 600 di antaranya merupakan nelayan kecil.

“Kalau semua nelayan mengambil sekaligus, jelas tidak cukup. Karena itu kami berusaha membagi seadil-adilnya agar semua tetap kebagian,” ujarnya.

Menurut Supian, data kuota BBM tidak pernah dirahasiakan. Informasi tersebut tersedia di Dinas Perikanan maupun pihak AKR. Ia menegaskan bahwa pengurangan kuota sudah diumumkan melalui grup resmi nelayan, sehingga tidak benar jika disebut tidak ada sosialisasi.

Supian berharap media dapat menjalankan fungsi kontrol dengan tetap berimbang dan objektif. Ia menekankan pentingnya konfirmasi sebelum berita dipublikasikan agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat.

“Media seharusnya konfirmasi dulu ke kami atau ke instansi terkait. Jangan sampai berita simpang siur membuat masyarakat salah paham. Kami terbuka, tidak pernah alergi terhadap media,” tegasnya.

Supian juga mengingatkan bahwa kuota BBM akan selalu menyesuaikan dengan jumlah nelayan yang terdaftar. Jika jumlah nelayan bertambah, maka kuota akan diupayakan bertambah melalui koordinasi dengan PH Migas dan instansi terkait.

“Target idealnya nelayan bisa mendapat 200 liter. Bahkan ketika jumlah nelayan sedikit, pernah sampai 500 liter. Harapan kami, ke depan kuota bisa kembali normal agar nelayan lebih tenang,” tutupnya.

Dengan klarifikasi ini, pengelola SPBN Saijaan menegaskan komitmen untuk tetap transparan dan adil dalam distribusi BBM, sekaligus mengajak semua pihak menjaga keseimbangan informasi agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat pesisir.

Yandi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *