Pengunjung Asal Banjar Meninggal Dunia Usai Terjun di Air Terjun Mandin Damar di Tanah Bumbu

Saat tim gabungan mencari korban tengelam di Air Terjun Damar. Foto: Istimewa.

BATULICIN, GK – Insiden tragis terjadi di kawasan wisata Pemandian Mandin Damar, Desa Gunung Raya, Kecamatan Mantewe, Kabupaten Tanah Bumbu, Selasa (3/3/2026) sore. Seorang pengunjung dilaporkan meninggal dunia setelah tenggelam di lokasi tersebut.

Korban diketahui berinisial JH (27), warga Desa Taibah Raya, Kecamatan Tatah Makmur, Kabupaten Banjar. Ia datang ke lokasi wisata bersama tujuh rekannya sekitar pukul 15.00 WITA.

Kapolres Tanah Bumbu, AKBP Arief Prestya melalui Kapolsek Mantewe, Iptu Kusnin menjelaskan pihaknya menerima laporan kejadian sekitar pukul 17.00Wita. Mendapat informasi tersebut, anggota Polsek Mantewe langsung menuju lokasi dan berkoordinasi dengan tim SAR gabungan untuk melakukan pencarian.

Menurut keterangan saksi, sebelum kejadian korban sempat berenang di bagian bawah air terjun. Tak lama kemudian, ia bersama beberapa rekannya naik ke tebing melalui jalur samping. Salah seorang teman korban telah mengingatkan agar tidak melompat karena kedalaman air yang cukup ekstrem.

Namun peringatan tersebut tidak diindahkan. Korban tetap melompat dengan posisi tubuh menghadap ke bawah dan setelah itu tidak terlihat lagi muncul ke permukaan air.

Upaya pencarian melibatkan berbagai unsur, mulai dari warga setempat, Sat Polairud, Brimob, BPBD, hingga Basarnas. Sejumlah relawan penyelam tradisional turut membantu menyisir dasar sungai.

Sekitar pukul 21.00 WITA, korban akhirnya terlihat di area pusaran air dengan kedalaman kurang lebih empat meter. Proses evakuasi selesai sekitar pukul 22.00 WITA, dan jasad korban segera dibawa ke Puskesmas Mantewe untuk pemeriksaan medis.

Penyerahan jenazah korban kepada pihak kelurga. Foto: Kiriman Kapolsek Mantewe, Iptu Kusnin.

Dari hasil visum, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Polisi memastikan kejadian tersebut merupakan kecelakaan murni.

Keluarga korban telah menerima peristiwa ini sebagai musibah dan memilih tidak dilakukan autopsi. Jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *