KOTABARU, GK – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kotabaru terus memperkuat perannya dalam membangun budaya literasi masyarakat melalui program-program inovatif yang menyasar seluruh lapisan usia, dari anak-anak hingga dewasa.
Kepala Dinas, Ir. H Kamirudin, menegaskan bahwa perpustakaan kini bukan lagi sekadar tempat membaca, melainkan ruang interaktif yang menyenangkan dan inklusif.
“Kami ingin perpustakaan menjadi tempat yang hidup, bukan hanya untuk membaca, tapi juga untuk bermain dan berinteraksi. Anak-anak bisa datang, menikmati suasana, dan tidak jenuh di rumah saja,” ujar Kamirudin saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (27/10/2025).
Untuk menumbuhkan minat baca sejak dini, Dinas Perpustakaan rutin menggelar berbagai kegiatan seperti lomba bercerita untuk jenjang SD hingga SMP, serta bazar buku yang terbuka untuk umum. Selain itu, layanan perpustakaan keliling terus diperluas ke wilayah-wilayah terpencil.
“Tahun ini tinggal lima kecamatan lagi yang belum terjangkau. Target kami, semua sudah tersentuh layanan keliling paling lambat minggu ketiga November,” jelasnya.
Dalam hal pengelolaan arsip, Kamirudin menegaskan bahwa pihaknya mengikuti standar nasional, termasuk dalam penanganan arsip dinamis dan statis saat terjadi bencana.
“Kami bekerja sama dengan Dinas Kearsipan Provinsi untuk pelatihan pengelolaan arsip sebelum, saat, dan pasca-bencana. Ini juga diikuti oleh seluruh SKPD, bukan hanya dinas kami,” ungkapnya.
Menjawab tantangan era digital, Dinas Perpustakaan Kotabaru telah mengembangkan layanan buku elektronik dan perpustakaan digital yang dapat diakses masyarakat secara daring. Tak hanya itu, sebuah mobil perpustakaan digital juga tengah dipersiapkan untuk beroperasi mulai Desember 2025.
“Kami sempat terkendala teknis, tapi sekarang semua sudah terpenuhi. Insyaallah mobil digital ini akan mulai beroperasi akhir tahun,” kata Kamirudin.
Dinas Perpustakaan juga aktif menjalin kolaborasi dengan sekolah dan komunitas literasi. Program seperti Duta Baca dan Duta Cerita terus digalakkan, dan para pemenang lomba kerap dilibatkan dalam berbagai kegiatan literasi.
“Kami ingin mereka tetap aktif setelah menang lomba. Mereka kami undang kembali untuk tampil dan menginspirasi,” ujarnya.
Layanan peminjaman buku juga terbuka untuk sekolah-sekolah, dengan sistem administrasi yang tertib demi akuntabilitas. Selain itu, kerja sama dengan instansi vertikal seperti DLP juga berjalan aktif, termasuk kunjungan rutin setiap Jumat menggunakan mobil layanan.
“Kami ingin semua pihak terlibat dalam gerakan literasi ini. Bahkan ada yang berhasil meraih ijazah melalui program literasi yang kami fasilitasi,” tambahnya.
Sebagai penutup, Kamirudin menyampaikan harapannya agar seluruh program ini dapat memperkuat budaya baca dan kesadaran arsip di tengah masyarakat.
Yandi












