Polres Kotabaru Gencarkan Program Ketahanan Pangan dan Pelayanan Publik Modern

KOTABARU, GK – Polres Kotabaru terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program pemerintah, khususnya arahan Presiden Republik Indonesia terkait ketahanan pangan dan pelayanan publik.

Hal ini disampaikan Kapolres Kotabaru AKBP Doli M. Tanjung, S.I.K, melalui Wakapolres Kotabaru, Kompol Andi Ahmad Bustanil, S.I.K., M.H., saat ditemui di ruang kerjanya tepatnya di gedung Polres Kotabaru, Rabu (19/11/25).

Wakapolres Kotabaru, Kompol Andi Ahmad Bustanil menjelaskan bahwa Polres Kotabaru aktif menggerakkan masyarakat untuk menanam jagung sebagai bagian dari program ketahanan pangan. Hasil panen masyarakat diarahkan untuk dijual ke Bulog, sehingga harga jagung kini lebih stabil dan mampu bersaing dengan tengkulak.

Program ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Selain ketahanan pangan, Waka Polres Kotabaru juga mengungkapkan bahwa Polres Kotabaru juga mendukung program makanan bergizi gratis bagi anak sekolah. Salah satunya sebuah dapur umum sedang dibangun di sekitar wilayah Kecamatan Sigam. Dan Target operasional dapur ini diperkirakan akhir November atau awal Desember. Program ini akan diperluas secara bertahap agar lebih banyak anak sekolah dapat merasakan manfaatnya.

Polres Kotabaru juga menggalakkan penggunaan layanan darurat (110). Masyarakat dapat langsung melaporkan kejadian atau tindak kriminal melalui call center ini. “Meski masih banyak panggilan prank call, pihak kepolisian tetap melayani dengan penuh tanggung jawab sebagai bentuk komitmen pelayanan publik,” tegas Waka Polres Kotabaru

Polres telah menerapkan sistem pelayanan terpadu satu pintu dengan fasilitas ramah kaum rentan, termasuk akses kursi roda dan tuna netra. Atas inovasi ini, Polres menerima penghargaan pada akhir 2024 terkait pelayanan publik inklusif.

Dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Polres Kotabaru menekankan tiga strategi utama, yaitu:

1. Preventif – Sosialisasi dan patroli rutin.

2. Pre-emtif – Edukasi masyarakat untuk mencegah tindak kriminal.

3. Represif – Penindakan hukum terhadap kasus kriminal, seperti pencurian dan pembunuhan, sesuai prosedur tanpa mencari-cari kesalahan.

“Secara umum, situasi kamtibmas di Kotabaru kondusif, meski kriminalitas tetap ada,” ucapnya

“Kotabaru memiliki wilayah hukum yang mencakup seperempat Kalimantan Selatan.
Luasnya wilayah menjadi tantangan tersendiri dalam penanganan kriminalitas maupun bencana alam. Jumlah personel saat ini sekitar 570 orang, masih setengah dari kebutuhan ideal,” ungkapnya

Polres Kotabaru berkomitmen meningkatkan profesionalisme, transparansi, dan kedekatan dengan masyarakat. Sinergi dengan Pemda, TNI, Kejaksaan, dan instansi terkait akan terus diperkuat. Kapolres menegaskan, kondusifitas wilayah tidak hanya bergantung pada aparat, tetapi juga partisipasi aktif masyarakat.

“Polres Kotabaru tidak hanya fokus pada penegakan hukum, tetapi juga berperan aktif dalam mendukung ketahanan pangan, pelayanan publik inklusif, serta program sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat,” pungkasnya

Yandi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *