Senyum Lima Bocah di Tengah Semarak Aksi Bajual Wadai Tanah Bumbu

BATULICIN – Lima bocah penjual keripik sumringah setelah dagangan mereka diborong Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif, saat pembukaan Aksi Bajual Wadai (ABW) Ramadan 1447 Hijriah di Jalan Kodeco, Simpang Empat, Senin (23/2/2026).

Puding dan Akbar, dua bocah laki-laki, bersama Mala, Yara, dan Niah, tiga bocah perempuan, tampak sumringah ketika dagangan keripik yang mereka bawa dalam keranjang plastik berlubang diborong langsung oleh Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif.

Kelima anak yang mengaku tinggal di Jalan Batu Benawa, Desa Bersujud, Kecamatan Simpang Empat itu tak mampu menyembunyikan rasa bahagia. Dengan polos dan penuh harap, mereka mendoakan Bupati.

“Mudahan Bapak Bupati banyak rezekinya dan sehat selalu, dipanjangkan umurnya serta dilancarkan rezekinya,” ucap mereka kompak.

Momen sederhana itu menjadi gambaran nyata bagaimana Aksi Bajual Wadai bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang bertemunya harapan, tradisi, dan penguatan ekonomi rakyat.

Dalam sambutannya, Andi Rudi Latif menegaskan bahwa Aksi Bajual Wadai merupakan tradisi unik dan bersejarah di Indonesia, khususnya di Kalimantan Selatan, dan secara spesifik menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Tanah Bumbu.

Menurutnya, kegiatan ini mendorong terciptanya perputaran ekonomi yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus memperkuat struktur ekonomi kerakyatan.

“Kegiatan ini juga menjadi wadah bagi pelaku usaha kuliner dan UMKM untuk menampilkan kreativitas produk-produk lokal,” ujarnya.

Semangat gotong royong dan kebersamaan, lanjutnya, menjadi fondasi utama dalam menggerakkan sektor ekonomi berbasis potensi daerah. Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu pun berkomitmen untuk terus melestarikan tradisi ini sebagai bagian dari kekayaan budaya bangsa.

Aksi Bejual Wadai yang secara resmi dibuka Bupati Andi Rudi Latif ini diikuti 45 pelaku usaha kuliner dan UMKM Tanah Bumbu, yang berlangsung mulai 24 Februari hingga 14 Maret 2026. Beragam wadai dan minuman khas Ramadan tersaji, masing-masing menyimpan cerita, nilai sejarah, dan warisan budaya yang diwariskan turun-temurun.

Selain mendorong geliat ekonomi, pemerintah daerah juga menghadirkan paket sembako murah, penyerahan sertifikasi halal bagi pelaku usaha, serta santunan dari Dinas Sosial untuk lansia dan penyandang disabilitas.

Melalui kegiatan ini, pemerintah berkomitmen melestarikan tradisi sekaligus memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis potensi daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *