Pisah Sambut Kepala Kantor Pertanahan Kotabaru, Estafet Pengabdian untuk Masyarakat

KOTABARU, GK – Kantor Pertanahan Kabupaten Kotabaru menggelar acara pisah sambut pejabat lama dan baru sebagai bagian dari proses alih tugas dan penyegaran organisasi.

Acara penuh kehangatan ini berlangsung di aula Hotel RUMA, Jalan Suryagandamana, Kecamatan Pulau Laut Utara, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, Jumat (8/5/26).

Kepala Kantor Pertanahan lama, I Made Supriadi, S.SiT., M.H., didampingi istrinya, Ny. Egi Supriadi, menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas dukungan dan kerja sama yang terjalin selama masa pengabdiannya.

“Menjadi bagian dari Kabupaten Kotabaru adalah sebuah kebanggaan. Terima kasih atas kepercayaan dan dukungan yang telah diberikan. Saya mohon maaf apabila selama masa tugas terdapat kekurangan. Semoga silaturahmi ini tetap terjaga,” ucapnya dengan penuh haru.

Selama masa jabatannya, Made Supriadi berhasil menjalankan sejumlah program strategis nasional, seperti PTSL, Pendaftaran Tanah Lintas Sektor (Lintor) dan redistribusi tanah, serta inovasi TERTAWA (Tertib Tanah Wakaf) yang bekerja sama dengan Kementrian Agama (Kemenag) dan Pemerintah Daerah (Pemda).

Hingga 2026, tercatat 52 sertifikat wakaf telah terbit, dengan target 150 bidang. Selain itu, 121 aset Pemkab juga telah didaftarkan untuk segera diserahkan secara resmi.

Ia menekankan bahwa pengabdian di pertanahan adalah bagian dari amal ibadah.

“Tantangan terbesar adalah menanamkan rasa cinta terhadap lembaga ini. Alhamdulillah, semangat itu sudah tumbuh di rekan-rekan. Mereka bekerja dengan ikhlas, bahkan rela lembur tanpa diminta. Dukungan pemerintah daerah juga sangat penting, terutama dalam mendorong kesadaran masyarakat untuk ikut program strategis nasional,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Pertanahan baru, Hadi Syaputra, S.H., didampingi istrinya Ny. Rose Syaputra, menyampaikan komitmen untuk melanjutkan capaian yang telah dirintis pendahulunya.

“Dengan penuh hormat, saya mohon izin bergabung dan mengabdi di Kabupaten Kotabaru. Kami berkomitmen melanjutkan program yang sudah dirancang, menyelesaikan yang belum tuntas, serta menghadirkan inovasi baru agar pelayanan pertanahan semakin baik,” ujarnya.

Hadi menambahkan, selain sertifikasi tanah, edukasi kepada masyarakat menjadi fokus utama.

“Kami ingin masyarakat sadar akan hak sekaligus kewajiban mereka. Sertifikat tanah bukan hanya dokumen, tetapi harus dijaga, dipatok dengan baik, dimanfaatkan secara benar, dan pajaknya dibayar. Dengan kesadaran hukum yang kuat, sengketa tanah bisa diminimalisir,” tegasnya.

Pisah sambut ini bukan sekadar pergantian jabatan, melainkan estafet pengabdian untuk masyarakat Kotabaru. Kehangatan acara semakin terasa ketika kedua pejabat, lama dan baru, saling berkomitmen menjaga kesinambungan program demi pelayanan pertanahan yang transparan, cepat, dan berpihak pada rakyat.

Momentum ini menegaskan bahwa meski kepemimpinan berganti, semangat pengabdian tetap sama: menghadirkan keadilan dan kepastian hukum pertanahan bagi seluruh masyarakat Kotabaru.

Penulis: Yandi/Genpikalsel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *