Transformasi Ketahanan Pangan Kotabaru: Sinergi Lintas Sektor dan Inovasi Petani Milenial

KOTABARU, GK – Pemerintah Kabupaten Kotabaru tengah mematangkan strategi besar untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus menggerakkan ekonomi kerakyatan. Langkah ini diambil guna menjaga stabilitas daerah di tengah ketidakpastian iklim dan fluktuasi harga global.

Bupati Kotabaru, H. Muhammad Rusli, melalui Sekretaris Daerah H. Eka Saprudin, menegaskan bahwa kunci utama terletak pada integrasi lintas sektor berbasis potensi lokal.

“Ketahanan pangan tidak bisa berdiri sendiri. Kami mengorkestrasi seluruh SKPD agar bergerak dalam satu irama. Dinas Ketahanan Pangan memperkuat hulu produksi, Diskoperdag mengamankan distribusi dan pasar, sementara Dinas Pariwisata menjadi etalase produk unggulan UMKM di destinasi wisata. Ini adalah hilirisasi yang konkret,” ujarnya, Selasa (12/5/2026).

Menghadapi tantangan iklim dan harga global, Pemkab Kotabaru memilih jalur kemandirian produksi dengan membuka lahan pertanian baru dan mendorong masyarakat menanam komoditas esensial.

“Target kami jelas, pasar lokal harus didominasi oleh hasil bumi Kotabaru sendiri. Jika produksi lokal kuat, gejolak harga luar daerah tidak akan mengguncang daya beli masyarakat,” tegas Sekda.

Selain itu, pengawasan distribusi dan opsi subsidi pangan tetap disiapkan sebagai jaring pengaman sosial.

Pemkab Kotabaru juga tengah mengembangkan ekosistem digital untuk memantau stok dan harga bahan pokok secara real-time, diantaranya:

  • Aplikasi Digital: memantau pergerakan harga bawang, cabai, dan kebutuhan pokok secara presisi.

Transparansi Publik: informasi harga ditayangkan melalui videotron dan media digital di kawasan pasar agar masyarakat memperoleh data akurat.

Menyadari masa depan pangan ada di tangan generasi muda, Pemkab mendorong lahirnya petani milenial dengan mengubah stigma bahwa bertani adalah pekerjaan tradisional.

“Bertani itu keren dan menguntungkan. Dengan inovasi teknologi, lahan terbatas pun bisa menjadi sumber pendapatan produktif,” ujar Sekda.

Sebagai bentuk komitmen, pemerintah daerah memberikan stimulan berupa:

  • Pelatihan inovasi pertanian modern.
  • Bantuan bibit unggul dan sarana prasarana.
  • Pendampingan teknis berkelanjutan.

Dengan strategi integrasi lintas sektor, transformasi digital, dan lahirnya petani milenial, Kabupaten Kotabaru optimis mampu mencetak generasi baru yang mandiri secara ekonomi sekaligus menjaga kedaulatan pangan daerah.

Yandi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *